Breaking News:

Hakim Binsar : Momen Kemerdekaan Manusia Harus Cinta Damai

mantan ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini pun justru mengaku ia sengaja mengambil 'pelajaran berharga'

Bangkapos/Ryan Agusta
Dr Binsar M Gultom SH SE MH 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Beragam istilah 'kemerdekaan', namun hirarkinya pengertian merdeka adalah terbebas dari segala macam belenggu. aturan, dan kekuasaan dari pihak tertentu.

Begitu pula intisari dari merdeka yang tak lain merupakan sebuah rasa kebebasan bagi setiap makhluk hidup untuk mendapatkan hak dalam berbuat sekehendaknya

Dalam sebuah negara, merdeka berarti bebas dari belenggu, kekuasaan dan aturan penjajah. Merdeka dapat dibagi menjadi dua. Pertama adalah merdeka tanpa syarat dan kedua adalah merdeka bersyarat.

Pengertian merdeka itu sepertinya sejalan dengan pemIikiran dari seorang hakim tinggi, Dr Binsar M Gultom SH SE MH yang kini bertugas di kantor Pengadilan Tnggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (PT Babel).

"Pengertian kemerdekaan itu sesungguhnya sangat luas maknanya. Namun hal yang terpenting bagi kita manusia tentunya harus bisa menanamkan sifat-sifat kejuangan para pendahulu kita dan senantiasa menjaga rasa kesatuan dan persatuan antar sesama," kata Binsar yang dikenal dengan julukan 'hakim kopi maut bersianida' lantaran dulunya ia sempat menjadi hakim dalam perkara kasus kopi maut bersianida dengan terpidana Jessica Wongso, saat ditemui bangkapos.com usai menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) Mahkamah Agung RI ke-72, Sabtu (19/8/2017) di gedung PT Babel, kawasan perkantoran gubernur Babel, Air Itam, Kota Pangkalpinang.

Meski begitu menurutnya lagi justru ada hal yang terpenting dalam memaknai HUT kemerdekaan RI bagj setiap bangsa indonesia yakni agar senantiasa memiliki rasa kecintaan terhadap sesama lantaran hal itu dalam upaya menjaga rasa ketentraman dalam kehidupan sehari di tengah kehidupan masyarakat.

"Momen kemerdekaan manusia harus cinta damai;" kata Binsar.

Tak sekedar itu mantan ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini pun justru mengaku ia sengaja mengambil 'pelajaran berharga' dari hobinya memelihara hewan kesayangannya yakni beragam jenis burung di kediamannya.

"Saya sengaja memelihara dan memasukan 16 jenis burung di dalam satu sangkar diantaranya burung Kacer, Cucak Hijau, Murai Batu dan lain-lain beragam jenis. Awal mulanya burung-burung itu sering berantem dan selalu ada yang mati dan selalu saya ganti dengan jenis yang sama. Lambat laun akhirnya burung-burung peliharaan saya pun bosan berkelahi hingga akhirnya kini bisa hidup rukun kembali," katanya.

Menyikapi dari kejadian burung-burung peliharaannya itu Binsar mengaku jika sifat burung-burung tersebut sesungguhnya dapat diambil suatu 'filosofi' cinta damai.

"Filosofinya adalah kalau burung saja bisa didamaikan lantas mengapa manusia sangat sulit didamaikan?," tegas Binsar. (*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved