Kunjungi Penagan, Rektor UBB Dihadang Tujuh Poster

Kejutan demi kejutan mewarnai kunjungan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi ke Desa Penagan, Mendo Barat, Sabtu (19/08/2017) pagi.

Kunjungi Penagan, Rektor UBB Dihadang Tujuh Poster
bangkapos/dodi
Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (tengah, baju merah) berfoto bersama tujuh pramuka yang membawa tujuh poster “Selamat Datang Bapak Rektor Universitas Bangka Belitung” di Pantai Tanjung Raya, Penagan, Sabtu (19/08/2017).

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejutan demi kejutan mewarnai kunjungan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi ke Desa Penagan, Mendo Barat, Sabtu (19/08/2017) pagi.

Baru turun dari kendaraan dinas rektor, setiba di Pantai Tanjung Raya ia sudah ‘dikepung’ puluhan siswa berseragam pramuka.

Tujuh dari puluhan pramuka itu diketahui membawa poster yang sengaja dibalikkan. Namun tatkala rektor berada di dekat mereka, dalam hitungan detik mereka kompak mengangkat poster sedada.

Plas, terpampanglah kalimat: “Selamat Datang Bapak Rektor Universitas Bangka Belitung”.

Mendapat kejutan ini, Rektor Muh Yusuf pun spontan menebar senyum. Sambil berjalan menuju tenda pertemuan di Tanjung Raya, ia lantas menyalami satu persatu pramuka itu; yang belakangan diketahui gabungan siswa dari tiga SD Negeri di Penagan.

Kejutan masih berlanjut. Bagai paduan suara profesional, puluhan pramuka memberi salam dengan meneriakan: “Selamat Datang Bapak Rektor Universitas Bangka Belitung”.

Walau versi agak beda, kejutan serupa ini pernah dialami rektor ketika mengunjungi Pulau Seliu, Belitung, pekan lalu.

“Terimakasih... terimakasih, terimakasih atas penyambutan adik-adik!,” tukas Muh Yusuf berkali-kali, lalu meminta seluruh pramuka pemegang poster itu berkumpul di dekat dirinya untuk melakukan sesi foto bersama.

Rektor UBB datang ke Pantai Tanjung Raya bersama Kepala UBB Press Eddy Jajang J Atmaja, menghadiri peresmian Hutan Wisata Mangrove.

Destinasi wisata baru ini dibangun oleh 41 mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 12, dibantu Karang Taruna dan Komunitas Pemuda Penagan.

Suasana menuju pantai -- lokasi meresmikan hutan wisata mangrove -- ditata sedemikian apik. Jalan ke pantai pun sengaja ‘digalas’ rata dan padat. Ditingkahi puluhan umbul-umbul aneka warna di kiri-kanan jalan, terasa benar suasana ‘megah’ dan berselera.

Kejutan dirasakan rektor tak berhenti di sini. Sederet lagu dengan rentak gembira, yang dimainkan drumband ‘Gita Pelangi’ SD Negeri 27 Penagan, melahirkan suasana ‘fiesta’ (karnaval) di pantai yang jaraknya dari Pangkalpinang (Ibukota Provinsi Bangka Belitung) sekitar 60 km.

Tak dijana, ada puluhan ‘pemandu sorak’ -- yang adalah siswi SD-- tak henti-henti mengibas-ngibaskan bendera ukuran besar. Langkah rektor terhenti.

Sebagai bentuk penghargaan atas sambutan yang meriah ini, rektor mengucapkan terimakasih dan menyalami mereka satu-persatu.

“Luar biasa sambutannya!,” gumam doktor di bidang kelautan dan perikanan ini. Ia tak menyangka ‘round-down’ (susunan) acara penyambutan membuat perasaan campur aduk: ada rasa bangga, gembira, dan haru atas kreatifitas mahasiswa KKN, dan peragaan serta hiburan yang disuguh siswa SD Penagan.

Untuk menciptakan perubahan suasana yang akan dialami pengunjung, -- dari ‘luar’ menuju ke ‘dalam’ destinasi wisata--, mahasiswa KKN UBB membangun pintu gerbang yang terbuat dari susunan bilah-bilah bambu.

Pintu gerbang itu setinggi empat meter dan dicat hijau. Di bagian atas terpampang kalimat mencolok mata: “Welcome to Penagan Mangrove Zone”.

Semacam pesan simbolik kalau di sini ada sesuatu yang berbeda.

Di balik pintu gerbang ternyata ada Camat Mendo Barat Basuni, Pelaksana Tugas Kades Penagan Jalaludin, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UBB Ririn Amelia, Fera dan Revi, tokoh masyarakat, tokoh Komunitas Pemuda Penagan.

Seusai Rektor UBB menyalami pemandu sorak drumband ‘Gita Pelangi’, mereka bersama-sama mendatangi dan menyambut dengan hangat Muh Yusuf di depan pintu gerbang.

“Selamat datang Pak Rektor,” sapa Basuni, Camat Mendo Barat. Ia menambahkan sejogyanya Bupati Bangka berencana hadir dan akan meresmikan hutan wisata mangrove ini. Tapi karena ada acara yang bersamaan waktunya di Sungailiat, bupati memerintahkan dirinya untuk mewakili bupati.

“Saya merasa terhormat sekali. Biasanya yang mewakili bupati itu sekda atau staf ahli, tapi Beliau (bupati) memercayai saya mewakili untuk meresmikan hutan wisata yang kita banggakan ini,” tukas Basuni.

Atas sambutan meriah dan hangat itu, Rektor Muh Yusuf mengucapkan ribuan terimakasih kepada Camat, Pjs Kades, tokoh masyarakat-pemuda dan warga di Penagan.

“Terimakasih atas dukungan dan penerimaan semua pihak terhadap 41 mahasiswa UBB yang selama 35 hari KKN di Penagan. Mohon maaf kalau ada yang kurang dari adik-adik kita ini,” ujar Muh Yusuf.

Kurang satu meter jarak dari pintu gerbang, rektor kembali dikejutkan dengan suguhan aneka macam produk kerajinan tangan terbuat dari barang bekas. Ada tas wanita terbuat dari bekas kemasan kopi dan minuman. Pun cinderamata kulit rajungan yang dibingkai cantik.

Ketua KKN UBB untuk Penagan Muhammad Firhan menjelaskan tas dan aneka produk dari barang bekas itu karya ibu-ibu Desa Penagan. Sedangkan cinderamata kulit rajungan yang dibingkai, itu kreativitas mahasiswa KKN UBB.

Sebelum masuk ke tenda untuk menghadiri peresmian hutan wisata mangrove, Rektor Muh Yusuf didaulat berfoto bersama 41 mahasiswa KKN UBB di tugu KKN UBB yang ‘eye catching’ (menarik mata) karena di tata apik dan dibalut warna menarik.

Di tugu yang rancangannya dibuat empat mahasiswa KKN UBB itu terdapat gambar rajungan (kepiting). Ini simbol menandai kalau Penagan dikenal sebagai salah satu sentra kepiting di Pulau Bangka.

Informasi yang diperoleh, desain tugu dibuat ‘bareng’ Romia (Prodi Agribisnis), Fenia (Fakutas Hukum), Liana (Teknik Sipil) dan Delly (Prodi Akuntansi).

“Tugu itu dibangun seluruh mahasiswa KKN UBB. Dua hari, sudah rampung!,” terang Romia. (*/doi).

Penulis: Dody
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved