Senin, 13 April 2026

Video : 12 Ton Sampah Pawai Akan Dibuang Di TPA Parit 6

Dibanding pawai tahun lalu, jumlah sampah mengalami kenaikan sebesar 5 persen. Sampah terbanyak menumpuk di sepanjang

Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: Iwan Satriawan

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pasukan kuning gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang bersama Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Babel pukul 13.30 WIB mulai membersihkan sampah usai seluruh peserta pawai melewati panggung penghormatan yang terletak di depan Kantor Gubernur Provinsi Bangka Belitung.

Pasukan kuning ini sebanyak 175 orang yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai harian lepas (PHL) masing-masing membawa sapu lidi secara gotong royong membersihkan sampah dan memasukkannya dalam truk.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang Jumhari mengatakan total berat sampah yang terkumpul selama dua hari pawai (19-20 Agustus 2017) yang dikumpulkan sepanjang rute pawai dari start kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Jalan Air Itam menuju finish di Alun-alun Taman Merdeka (ATM) mencapai 12 ton.

Total sampah ini belum termasuk hari ini, Senin (21/8) di hari terakhir lomba pawai.

Sebanyak enam truck berwarna kuning yang terdiri dari mobil dum truck berkapasitas 6 ton dan mobil truk biasa berkapasitas 1,2 ton sampah dikerahkan untuk mengangkut sampah di seputar wilayah Pangkalpinang.

Jumhari mengaku hari ini bersama pasukan muning dapat beraksi lebih cepat karena pawai hari ketiga tak seramai dua hari lalu. Sebabnya dua hari kemarin pasukan bersenjata sapu lidi ini baru bisa beraksi memberiskan sampah di rute pawai pukul 17.00-22.00 WIB.

"Sampah yang paling banyak itu kardus dan kayu. Untuk benar-benar bersih kita butuh waktu satu minggu lah sampai ke bandar. Karena pawai kendaraan ini rutenya lebih jauh (15 km)," terang Jumhari saat ditemui Bangka Pos di pintu gerbang kompleks Kantor Gubernur Babel saat beristirahat bersama pasukan kuning.

Dibanding pawai tahun lalu, jumlah sampah mengalami kenaikan sebesar 5 persen. Sampah terbanyak menumpuk di sepanjang jalan komplek kantor Gubernur Babel.

"Kesulitan kita masyarakat dan pedagang kaki lima ini tampaknya gak ada kepedulian dari tahun ke tahun. Tak ada salahnya bila menyiapkan kantong plastik asoy untuk mengumpulkan sampah agar sampah tak berlambur semaunya. Ini Alhamdulilah gak hujan, kalau hujan sampah susah disapu karena lengket," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang Iwansyah mengatakan 12 ton sampah ini akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Parit 6.

Langkah ini dilakukan karena tak ada alternatif lain. Pembuangan sampah di TPA Parit 6 dilakukan dengan sistem tampal sulam.

Sampah akan diratakan dengan buldozer kemudian ditimbun dengan pasir. Usai ditimbun akan ditimpakan lagi dengan sampah.

"Akan kita pilih, alau ada sampah yang bisa dimanfaatkan kita kerjasama dengan bank sampah untuk didaur ulang," jelas Iwansyah.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved