Warga Protes Ketua DPC Gerindra Jadi Inspektur Penerima Penghormatan Dari Peserta Pawai

Apalagi Suharto mengenakan pakaian Partai Gerindra dan antribut seperti topi partai yang dipimpin oleh Prabowo

Warga Protes Ketua DPC Gerindra Jadi Inspektur Penerima Penghormatan Dari Peserta Pawai
Bangkapos/Nurhayati
Ketua DPC Partai Gerindra Muhammad Suharto memberikan bingkisan kepada peserta pawai karnaval yang berhasil menjawab kuis dari Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Senin (21/8/2017) di atas panggung kehormatan.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Beberapa warga protes saat Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bangka Muhammad Suharto menjadi inspektur yang menerima penghormatan dari para peserta pawai Karnaval HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 Tahun, Senin (21/8/2017) di atas panggung kehormatan.

Apalagi Suharto mengenakan pakaian Partai Gerindra dan antribut seperti topi partai yang dipimpin oleh Prabowo tersebut.

Pasalnya panitia pawai karnaval dinilai tidak adil jika hanya Pimpinan Partai Gerindra yang diperbolehkan sebagai inspektur yang menerima penghormatan di panggung kehormatan tersebut.

Selain itu juga dinilai ada nuansa politis jika hanya pentolan partai Gerindra yang berada di atas panggung kehormatan dengan antribut parpol.

Sedangkan Pimpinan DPRD Kabupaten Bangka yakni Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Rendra Basri yang hadir diatas panggung kehormatan kendati ketua parpol tetapi tidak menggunakan antribut parpol dan juga jabatannya bukan mewakili parpol mereka tetapi kapasitasnya sebagai pimpinan dewan.

Protes ini disampaikan oleh Ketua Laskar Sekaban M Achin dari atas panggung kehormatan.

"Kita menghormati pengurus parpol bukan antipati. Kalau dia mau berada dipanggung harusnya tidak pakai antribut parpol pakai batik atau baju yang tidak menunjukan identitas parpol. Mengapa Gerindra boleh parpol lain tidak kan tidak adil. Kalau seperti ini masyarakat bertanya-tanya apakah ada unsur politisnya," sesal Achin kepada bangkapos.com.

Dia menilai jika ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk. Ia menilai panitia kecolongan jika ada parpol yang diberi kesempatan sebagai penyambut untuk menerima penghormatan dari peserta karnaval.

"Kalau saya nilai ini salah bupati," tegas Achin.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved