Ahian Menangis Sesenggukan Sebelum Rekonstruksi Kasus Dugaan Suami Gantung Istri

Soul Gip Lie alias Ahian tak kuasa membendung air mata. Pria ini menangis sesenggukan

Ahian Menangis Sesenggukan Sebelum Rekonstruksi Kasus Dugaan Suami Gantung Istri
bangkapos.com/Fery Laskari
Tersangka Ahyan mengenakan kaus hijau memperagakan caranya menganiaya istri, Deasi saat rekonstruksi, Kamis (24/8/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Soul Gip Lie alias Ahian tak kuasa membendung air mata. Pria ini menangis sesenggukan saat pertama kali melihat bocah usia sekitar enam tahun, anak kandungnya. Dalam kondisi tangan masih terborgol, Ahian memeluk bocah itu, Kamis (24/8/2017).

Pemandangan ini spontanitas terjadi saat polisi dan jaksa baru saja akan memulai rekonstruksi atau reka ulang kasus dugaan penganiayaan suami yang menyebabkan istri merenggang nyawa. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) diduga dipicu api cemburu berujung maut. Ahyan nekad 'menghabisi' sang istri, Deasi, yang dia tuduh telah memiliki pria idaman lain (PIL).

"Kenapa kamu menangis Ahyan? Kamu kangen ya sama anak mu?" tegur Jaksa Penuntut Umum (JPU Pengganti), Ade saat melihat Ahian menangis sesenggukan, seraya memeluk sang anak yang lama tak dia jumpai sejak dia mendekam dalam penjara. "Ya saya kangen," jawab Ahian sesenggukan menahan sedih.

Tak berapa lama rekonstruksi pun dimulai. Penyidik Satreskrim Polres Bangka memulai adegan saat sang istri, Mendiang Deasi (diperankan polisi), sedang menelpon sambil memotong sayur di rumah. Saat itu Ahian menduga, istrinya sedang berbincang di telepon dengan pria selingkuhan.

Ahian merebut telepon genggam di tangan istrinya, lalu membanting handphone tadi. Keributan terjadi, sampai Ahian bertubi-tubi melakukan pemukulan pada korban. Ahian juga memotong rambut korban, sehingga membuat sang istri semakin tertekan. Hingga akhirnya, sang istri (menurut versi Ahian) gantung diri keesokan harinya. (Versi Mertua menduga Ahian lah yang menggantung Deasi).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, Supardi diwakili Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budy M Nainggolan, Kamis (24/8/2017) menyatakan, ada beberapa adegan yang disiapkan penyidik kepolisian sebelum rekonstruksi. Namun setelah reka ulang bergulir, Kamis (24/8/2017), dipastikan 17 adegan yang terlaksana.

"Ada 17 adegan yang diperagakan. Adegan rekonstruksi dimulai satu hari sebelum kejadian (sebelum gantung diri), yaitu pada saat awal ribut-ribut masalah selingkuh," kata JPU yang juga menjabat Kasi Pidsus di Kejari Bangka.

Adegan kemudian diakui Budy, berlanjut saat korban, Deasi gantung diri (diperagakan boneka). "Rekonstruksi ini untuk memperjelas bagaimana perbuatan tersangka. Hasil rekonstruksi nantinya akan dituangkan oleh penyidik dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," tegas Budy.

Budy yang ketika itu didampingi JPU Pengganti, Ade menyatakan, perkara ini sepenuhnya masih menjadi wewenang Penyidik Satreskrim Polres Bangka. Perkara akan dilimpahkan jika BAP sudah dinyatakan lengkap. "Saat ini masih wewenang penyidik. Jika nanti berkas sudah lengkap, baru ditahap-duakan ke kita (dilimpahkan ke jaksa)," jelasnya.

Sementara itu, rekonstruksi dilakukan di tempat kejadian (TKP) yang sebenarnya. Rekonstruksi di rumah tersangka atau rumah korban di Parit Empat Kudai Sungailiat berjalan lancar. Hanya saja, seorang keluarga korban sempat terpancing emosi, dan hampir memukuli tersangka, namun berhasil diredam petugas.

Seperti dilansir sebelumnya disebutkan, seorang ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia di RSUD Sungailiat setelah empat hari dalam perawatan medis. IRT ini dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri, 28 Mei 2017 lalu. Saat dibawa ke RSUD, terlihat bekas jeratan tali dilehernya.

Empat hari kemudian, Deasi meninggal. Saat itulah orangtua korban, Ayim dan Miyin melapor ke polisi. Ayim dan Miyin curiga anak mereka, Deasi mati karena sengaja digantung pelaku, Ahian. Namun tudingan itu sempat dibantah oleh Sumin alias Aming, Pengacara Penunjukan Tersangka. Aming menyatakan, kliennya hanya melakukan pemukulan dan tidak menggantung korban. Justru kata Aming, kliennya lah yang menyelamatkan korban yang sempat gantung diri sendiri, dan membawanya ke RSUD Sungailiat, Senin (28/5/2017) silam.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved