Makam Wanita Hamil dan Gadis Perawan Dijaga Selama 7 Malam, Kisah Para Pemuda Ini Bikin Merinding

Makam itu tempat seorang gadis dikuburkan akibat kecelakaan lalu lintas, pada hari Jumat sehari sebelumnya.

Makam Wanita Hamil dan Gadis Perawan Dijaga Selama 7 Malam, Kisah Para Pemuda Ini Bikin Merinding
Facebook Arew Rifa
Para pemuda yang menjaga makam di Desa Air Mesu Timur, Bangka Tengah 

Para remaja Irkur hanya menjaga makam anak-anak, ibu hamil dan perempuan yang meninggal masih perawan.

Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, ada orang yang ingin berbuat tidak baik terhadap jenazah yang baru saja dimakamkan.

"Dulu pernah terjadi di Bateng ini ada salah satu kuburan perempuan perawan yang baru meninggal digali. Menurut cerita orang-orang, tujuannya untuk mengamalkan ilmu. Jadi, setiap ada warga kami yang meninggal baik anak-anak, ibu hamil dan perempuan perawan, kami selalu menjaga makamnya untuk mengantisipasi hal itu," jelas Angga.

Angga menyebutkan, tidak ada kegiatan khusus selama mereka menjaga kuburan.

Biasanya mereka mengisi waktu satu malam suntuk dengan membaca Alquran dan berbincang-bincang.

Tidak jarang menurut Angga, selama menjaga kuburan pihknya menemukan hal-hal diluar dugaan.

Seperti bunyi orang menangis hingga didatangi roh orang yang mereka tunggu melalui mimpi.

"Empat tahun lebih kegiatan ini sudah kami lakukan, banyak sekali kejadian gaib yang kadang menurut kami kurang masuk akal. Saya sendiri sering didatangi lewat mimpi oleh arwah yang meninggal, kadang-kadang teman ada yang pulang mendadak karena takut," ujarnya.

Pemuda yang tergabung dalam Ikatan Remaja Kubur (Irkur) Desa Air Mesu Timur Bangka Tengah saat menjaga makam. (Bangkapos.com/Nordin)
Pemuda yang tergabung dalam Ikatan Remaja Kubur (Irkur) Desa Air Mesu Timur Bangka Tengah saat menjaga makam. (Bangkapos.com/Nordin) 

Untuk diketahui, Irkur Desa Air Mesu Timur Bangka Tengah ini telah dibentuk sejak empat tahun lebih.

Mereka merupakan bagian dari Irmas dan karang taruna desa setempat.

Salah satu kegiatannya adalah menjaga kuburan secara sukarela, membersihkannya dan mengadakan pengajian.

Keberadaan mereka telah diakui oleh bupati setempat dan didukung kepala desa serta warga.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved