Selasa, 14 April 2026

Cik Manah: Biaya Umroh Murah Biasanya Bermasalah Diujung

Menurutnya jamaah harus cerdik jangan tergiur tawaran harga murah untuk umroh ataupun haji plus dari travel biro

Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos/Nurhayati
Cik Manah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Agen Travel Biro Perjalanan Umroh dan Haji PT Armina Reka Cik Manah, menilai kasus penipuan perjalanan umroh yang dilakukan First Travel persoalannya bukan hanya di travel biro saja tetapi juga di jamaah sendiri.

Menurutnya jamaah harus cerdik jangan tergiur tawaran harga murah untuk umroh ataupun haji plus dari travel biro.

"Allah memberikan kita akal, jadi yang masuk akal. Kita harusnya bertanya pantaskah kita ke Baitullah dengan harga murah sementara biaya pesawat, biaya hotel dengan bintang empat, untuk kendaraan, makan dan lainnya mungkinlah dengan harga yang murah. Jika harganya untuk ring dua 2.000 Dollar keatas ring tiga 2.000 Dollar ke bawah sudah rasional kalau dirupiahkan hampir mendekati Rp 28 juta. Kalau biaya seperti itu dijaminlah. Kalau untuk biaya belasan juta biasa nya bermasalah di ujung dengan janji berangkat tahun depan," jelas Cik Manah kepada bangkapos.com, Jumat (25/8/2017).

Menurutnya pihak Kementerian Agama juga sudah menyampaikan ke masyarakat agar ikut travel biro perjalanan umroh dan haji yang terdaftar dimana travelnya memiliki kredibilitas dan sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

"Saya kebetulan ikut Arminareka bukan membanggakan karena sampai saat ini masih amanah. Itu juga masih ada yang nakal untuk pribadi-pribadi yang nakal kita langsung mengambil tindakan tidak lagi duduk di bagian pemasaran," ungkap Cik Manah.

Dia mengingatkan banyak travel perjalan umroh dan haji baru yang bermunculan termasuk juga di Kabupaten Bangka ini. Untuk itu masyarakat perlu berhati-hati seperti saat panen lada atau booming timah banyak yang menawarkan untuk umroh dan haji plus.

"Ada yang bilang bu saya daftar sekarang mau berangkat haji tahun depan. Kalau orang kemenag dengar tertawa itu nggak mungkin untuk haji plus itu bisa langsung berangkat tahun depan. Saya dengan kawan-kawan Armina itu janji kami minimal enam tahun maksimal di atas itu tergantung kondisi di Arab Saudi. Kalau ada orang pergi haji plus minta Rp 120 juta atau Rp 150 juta, berangkat tahun depan itu tidak mungkin. Kalau terjadi kegagalan itu kesalahan sebagai jamaah yang tidak teliti dan tidak menggunakan akal," tegas Cik Manah.

Sedangkan untuk umroh menurutnya jika sudah terdaftar biasanya tidak lama bisa langsung berangkat karena bisa berangkat kapan saja tidak ada daftar tunggu seperti haji.

Untuk travel yang resmi jika ada jamaah yang mau berangkat sudah mengisi blangko dan didaftarkan ke kemenag baru mendapat kursi untuk keberangkatan umroh maupun haji.

Sedangkan travel tidak resmi dicontohkannya untuk haji plus ada jamaah dari Kabupaten Bangka ini diberangkat ke Jakarta oleh travel bironya dimana jamaah tersebut diinapkan di Jakarta saat musim haji ini tetapi ternyata tidak berangkat dan dipulangkan kembali ke Bangka.

"Uang sudah habis Rp 100 lebih juta ini sudah tahun yang kedua. Anaknya sudah mengantarkan ke bandara dan orang tuanya sudah tiga hari Jakarta itu minta lagi biaya," sesal Cik Manah.

Ini lanjutnya menjadi pelajaran bagi para jamaah jika ingin berangkat haji plus ataupun mau umroh menggunakan travel tanyalah ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka sehingga tidak tertipu.

Untuk pengawasan dari kemenag dikatakannya ada, biasanya untuk pelaku-pelaku travel yang sudah daftar, namun yang sulit diawasi ini tidak terdaftar, walaupun terdaftar ada juga yang nakal. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved