Dirjen Hubla Tonny Budiono Menapak Karir dari Bawah Hingga Berujung di Tahanan KPK

Puncak karier Tonny Budiono saat dia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada 16 Mei 2016 lalu.

Dirjen Hubla Tonny Budiono Menapak Karir dari Bawah Hingga Berujung di Tahanan KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono keluar dari gedung KPK Jakarta memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan, Jumat (25/8/2017). Antonius Tonny Budiono ditahan KPK terkait kasus suap tender pemenangan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono kini mendekam di Rumah Tahanan Pomdam Guntur, Jakarta.

Karir pria yang lahir di Pekalongan 13 Juli 1958 tersebut berakhir di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tonny ditangkap di Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017). Dalam operasi tangkap tangan, KPK menemukan uang sekitar Rp 20 miliar.

Baca: Dirjen Hubla Timbun Uang Suap Rp 20 Miliar Sejak 2016, Buat Apa?

Menurut KPK, dari jumlah tersebut, uang Rp 1,174 miliar yang berbentuk saldo di rekening bank merupakan suap yang diterima Tonny dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (PT AGK), Adiputra Kurniawan.

Suap itu terkait proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Menapak karier dari bawah

Lulusan S1 Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini mulai bekerja sejak 1986.

Dua tahun kemudian, dia menjadi Kepala Seksi Pengamatan Laut, Direktorat Kenavigasian (1988-1998).

Baca: Dirjen Hubla Blak-blakan Kumpulkan Uang Terima Kasih Rp 18,9 M dari Pemenang Tender

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved