Rabu, 8 April 2026

Pengangkutan Besi Tua di Laut Babel Ijin Harus Sinkron

Alasan Hardi selama ini kerap terjadi tidak sinkron dalam hal pemberian ijin kegiatan pengangkutan besi-besi tua

Editor: edwardi
IST
Inilah kondisi besi tua sisa bangkai kapal yang karam diangkut oleh perusahaan swasta dari wilayah perairan Kabupaten Bangka Barat. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pengangkutan besi tua kapal yang karam di wilayah perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) sampai saat ini tetap menjadi perhatian pihak instansi Dinas Kelauatan dan Perikanan ( DKP) Provinsi Babel.

"Kegiatan pengangkutan besi tua atau besi bangkai kapal yang karam di wilayah perairan Babel ini tetap menjadi perhatian pihak kita," kata Kepala DKP Provinsi Babel, Hardi, Senin (28/8/2017).

Alasan Hardi selama ini kerap terjadi tidak sinkron dalam hal pemberian ijin kegiatan pengangkutan besi-besi tua di sejumlah titik atau wilayah perairan Babel ini.

"Makanya perlu adanya koordinasi dari pihak atau intansi terkait sehingga semua perijinan kegiatan di laut Babel sinkron," tegasnya.

Bahkan dirinya pun menyesalkan baru-baru ini terjadi kejadian sebuah kapal dengan nama Dongsfu 881 kepergok petugas Dinas Kelautan saat sedang melakukan pengangkutan besi tua di wilayah perairan Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

"Semestinya intansi atau dinas terkait haruslah memberi tahu terkait adanya kegiatan di laut Babel. Contohnya misalkan pihak DKP Provinsi Babel yang memberikan rekomendasi untuk kegiatan apapun di laut ya setidaknya intansi kami pun harus menyampaikan hal itu kepada intansi atau dinas terkait lainnya," terangnya.

Sebagaimana dalam berita sebelumnya sempat dilansir harian ini disebutkan jika baru-baru ini kapal milik Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) Napoleon, berhasil memergoki Kapal Dongsfu 881 milik PT Indonesia Bahtera Bahari, pada Jumat (11/8/2017) lalu.

Kapal tersebut lantaran kedapatan sedang "menjarah' besi bekas (besi tua) yang berasal dari sisa bangkai kapal tenggelam di wilayah perairan Toboali, Basel.

Sebelumnya pun pihak intansi Direktorat Polair Polda Kep Babel melalui Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Kep Babel, AKBP Fahmi Reza SIK MH dikonfirmasi soal kejadian pengangkutan besi kapal oleh kapal Dongsfu 881 di perairan Basel justru ia tak banyak berkomentar.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved