Penambang Kecewa, Ingin Mengadukan Nasib Tapi Bupati Parhan Ali Sulit Ditemui

Penambang yang merambah DAS dan bakau desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, kecewa dengan Bupati Bangka Barat H Parhan Ali.

Penambang Kecewa, Ingin Mengadukan Nasib Tapi Bupati Parhan Ali Sulit Ditemui
bangkapos/Anthoni
Negosiasi tim gabungan dengan penambang Babar 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penambang yang merambah DAS dan bakau desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, kecewa dengan Bupati Bangka Barat H Parhan Ali.

Pasalnya orang nomor satu di Babar sulit ditemui, kala mereka ingin mengadukan nasib mereka.

Penambang mengaku, telah berulang kali menemui Bupati, namun pertemuan itu tak pernah terealisasi.

Bahkan penambang mengaku menyesal memilih Parhan Ali sebagai Bupati.

Mereka menilai Bupati hanya bisa melarang para penambang yang merambah DAS dan hutan bakau desa Rambat, namun tidak mampu memberikan solusi dan mencari jalan keluar bagi penambang.

"Percuma ngomongin masalah ini ke pak Bupati, ditemui saja sulit, alasan sibuk lah, keluar kota lah. Kalau tau begini kami menyesal memilih dia (Parhan Ali-red), hanya bisa melarang tapi tidak bisa memberikan solusi," cetus penambang saat mediasi dengan Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi S.IK, Selasa (29/8/2017)

Kekecewaan juga dirasakan Herman Sawiran. Kekecewaan Mantan Kades Desa Rambat tersebut, lantaran Parhan tidak bisa memberikan solusi terkait pro dan kontra penambangan. Bahkan Parhan dinilai tebang pilih.

"Makanya kami juga bingung, mau menambang di mana lagi. Di darat tidak boleh, di laut tidak boleh, tetapi Kapal Isap Produksi (KIP) dibolehkan," keluh Sawiran.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved