Para Pejabat Negara Ini Gunakan Rumah Dinas Untuk Transaksi Korupsi

Para pejabat dan pengusaha korup itu tanpa malu-malu lagi melakukan transaksi penyedotan uang rakyat.

Para Pejabat Negara Ini Gunakan Rumah Dinas Untuk Transaksi Korupsi
Tribun Jateng/Fajar Eko Nugroho
Wali Kota Tegal, Siti Masitha meninjau pelaksanaan UN 2016, Rabu (6/4/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Praktik korupsi di Indonesia kini semakin merajalela dan telah masuk ke wilayah pribadi.

Tempat traksaksi korupsi pun tidak hanya terbatas di kantor, hotel, atau di areal publik lainnya, tetapi telah masuk ke rumah.

Rumah yang menjadi tempat pendidikan atau menanamkan nilai-nilai kebaikan pertama kali begitu manusia lahir di dunia, kini telah dirasuki perbuatan nafsu serakah.

Baca: Tak Banyak yang Tahu Beginilah Sosok Wali Kota Cantik yang Ditangkap KPK di Rumah Dinasnya

Berdasarkan penelusuran Wartakotalive.com, para pejabat dan pengusaha korup itu tanpa malu-malu lagi melakukan transaksi penyedotan uang rakyat.

Bahkan mereka telah melibatkan anggota keluarga, tidak hanya istri, suami, dan anak, tetapi juga kerabat keluarga lainnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Wartakotalive.com, inilah para pejabat korup yang ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di rumah mereka.

1. Bupati Tegal Siti Mashita Soeparno, Selasa (29/8/2017)

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno
Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno (Tribunnews.com)

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinasnya, Selasa (29/8/2017) petang, di Tegal, Jawa Tengah.

Penangkapan itu diduga akibat kasus korupsi pengadaan infrastruktur kesehatan di rumah sakit di Kota Tegal.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved