Penambang Ilegal Jalan Laut Membandel, Polisi Tangkap Empat Pelakunya

Diduga ada oknum aparat yang menjadi beking mereka sehingga berani melawan hukum berulang-ulang

Penambang Ilegal Jalan Laut Membandel, Polisi Tangkap Empat Pelakunya
ist

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM BANGKA--Walau sudah berkali-kali dirazia, namun penambang timah di kawasan resapan air Lingkungan Jl Laut Sungailiat Bangka, tetap saja membandel.

Diduga ada oknum aparat yang menjadi beking mereka sehingga berani melawan hukum berulang-ulang.

Namun aktifitas tambang ini terus terpantau oleh sebagian besar masyarakat setempat yang tak setuju pada tambang ilegal yang dimaksud.

Masyarakat pun melapor pada pihak berwajib. Dan seolah tak bosan-bosannya, Polres Bangka menurunkan personil.

"Hasilnya, saat razia pada hari Rabu Tanggal 30 Agutus 2017, Satpolair, Polres Bangka berhasil mengamankan empat orang laki-laki yang sedang melakukan penambangan ilegal di kawasan itu," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, usai razia, Rabu (30/8/2017).

Sophian memastikan, penindakan dilakukan agar pelaku lainnya jera. Siapapun tanpa terkecuali dilarang melakukan aktifitas tanpa ijin di tempat itu.

Apalagi, aktifitas penambangan di tempat ini dapat menimbulkan potensi banjir.

"Keempat orang penambang yang diamankan yaitu DA  (21) Warga Desa Merawang,  MA (30), Warga Jl Laut Sungailiat, AS (34) Warga Jl Jelutung Sungailiat dan FH (28) Warga Jl Laut Sungailiat," katanya.

Dari keempat penambang, polisi berhasil menyita peralatan yang digunakan untuk melakukan aktifitas ilegal. Barang bukti tersebut ikut diamankan, saat razia.

"Barang yang kita sita diantaranya yaitu satu unit mesin tanah, satu unit mesin pompa air, satu unit mesin robin, satu unit mesin win dan selang ulir," katanya.

Selain itu dilokasi yang sama, pihak kepolisian mengamankan beberapa peralatan tambang lainnya yang tidak diketahui pemiliknya.

Diduga pemilik mesin ini kabur karena lebih dulu mencium kedatangan petugas.

"Sebelumnya pihak kepolisian telah berulangkali melakukan upaya preemptif maupun preventif dalam rangka mencegah kegiatan penambangan di lokasi ini.  Masyarakat khawatir apabila dibiarkan maka hal itu dapat mengakibatkan banjir di lingkungan tinggal mereka," tegas Sophian.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved