Derita Muslim Rohingya, Kisah Dua Saudara yang Diperkosa Bergantian Ini Sungguh Memilukan

Aktivis Rohingya melaporkan bahwa setidaknya 800 minoritas Muslim telah terbunuh dalam tindakan militer aparat

Net/kolase

BANGKAPOS.COM--Kekejaman Pemerintah Myanmar saat ini menjadi sorotan banyak pihak.

Pemerintah setempat mengatakan tindakan yang mereka lakukan untuk memberantas terorisme.

Namun hingga saat ini banyak nyawa yang meninggal dengan alasan tersebut.

Senin kemarin 28 Agustus, dilansir VOA Islam, Pemerintah Myanmar telah mengepung Kota Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung, dan mengumumkan perang melawan “terorisme” dan memberlakukan jam malam dari pukul 18:00 sampai pukul 6 pagi.

pengungsi rohingya
pengungsi rohingya (Twitter)

Aktivis Rohingya melaporkan bahwa setidaknya 800 minoritas Muslim telah terbunuh dalam tindakan militer aparat, termasuk yang menjadi korban di antaranya ialah puluhan perempuan dan anak-anak.

Ro Nay San Lwin, seorang aktivis Rohingya dan blogger yang berbasis di Eropa, mengatakan sekitar 5.000 – 10.000 orang diusir dari rumah mereka oleh serangan baru-baru ini.

Baca: Derita Muslim Rohingya, Kisah Dua Saudara yang Diperkosa Bergantian Ini Sungguh Memilukan

Dengan menggunakan jaringan aktivis di lapangan untuk mendokumentasikan konflik tersebut, San Lwin mengatakan bahwa masjid dan madrasah telah dibakar habis, bahkan ribuan Muslim terdampar tanpa makanan dan tak ada tempat berlindung.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan puluhan pria, wanita dan anak-anak melarikan diri hanya dengan pakaian di punggung mereka saat mencari perlindungan di sawah dan hutan.

Situasi keamanan telah memburuk tajam di Rakhine sejak pemerintah Aung San Suu Kyi mengirim ribuan tentara ke desa Rohingya pada Oktober lalu setelah sembilan polisi tewas oleh kelompok bersenjata Rohingya yang dicurigai dalam serangan terhadap pos-pos perbatasan.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved