Marhaban dan Solawat Iringi Cukuran Massal 21 Bayi

Tradisi cukur massal kembali digelar di Masjid Nurul Huda Sripemandang Atas Sungailiat Bangka

Marhaban dan Solawat Iringi Cukuran Massal 21 Bayi
Bangkapos.com/Feri Laskari
Cukur massal di Masjid Nurul Huda Sripemandang Atas Sungailiat Bangka, Sabtu (2/9/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tradisi cukur massal kembali digelar di Masjid Nurul Huda Sripemandang Atas Sungailiat Bangka, Sabtu (2/9/2017).

Sebanyak 21 bayi dihadirkan oleh para orangtua mereka ke masjid ini. Mereka dikumpulkan dalam rangka acara cukuran atau gunting rambut secara bersama-sama. 

Acara dimulai pembacaan marhaban oleh para tokoh atau pemuka agama di lingkungan setempat.

Setelah marhaban, langsung dilanjutkan cukuran massal diiringi sholawat.

Acara ditutup doa, dan pembagian telur ayam dalam kantong berhias pita warna-warni.

Ketua Masjid Nurul Huda Sripemandang Atas Sungailiat, sekaligus Ketua Panitia Acara,
H Parizal, usai acara, Sabtu (2/9/2017) mengatakan, tradisi tersebut sudah dilaksanakan oleh pengurus masjid ini sejak 15 tahun terakhir.

"Ini tahun ke 15-nya. Sudah 15 kali acara seperti ini digelar di Masjid Nurul Huda Sripemandang," kata H Parizal.

H Parizal yang ketika itu didampingi Humas Masjid Nurul Huda, H Robain, menyebutkan, peserta cukuran massal berasal dari berbagai lingkungan atau desa.

"Pesertanya tak hanya dari Lingkungan Sripemandang, tapi juga dari Desa Karyamakmur dan daerah lainnya. Jumlahnya tahun ini sebanyak 21 anak yang ikut cukuran massal," katanya.

H Parizal, mengaku akan terus memelihara tradisi ini. Sebab pemberian nama yang baik, sekaligus cukuran massal diiringi doa sangat bermanfaat sesuai ajaran agama Islam.

"Cukur massal ini sekaligus penetapan nama, tujuannya supaya anak selamat dunia dan akhirat," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved