Ini Saran Wagub Babel soal Sengketa Batas Wilayah

Dudukan persoalan itu bersama-sama rembuk dengan masyarakat. Difasilitasi kalau itu wilayah antar kabupaten yang fasilitasinya adalah

Ini Saran Wagub Babel soal Sengketa Batas Wilayah
Bangkapos/Nurhayati
Wakil.Gubernur Babel H Abdul Fatah berbincang dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman, pada penanaman padi sawah, Kamis (7/9/2017) di Desa Kimak. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Wakil Gubernur Babel H Abdul Fatah mengakui batas wilayah seringkali memicu konflik antar warga.

Untuk itu pemerintah daerah perlu melakukan rembuk dengan masyarakat jika terjadi sengketa batas wilayah ini.

"Dudukan persoalan itu bersama-sama rembuk dengan masyarakat. Difasilitasi kalau itu wilayah antar kabupaten yang fasilitasinya adalah pemerintah provinsi, tapi kalau itu di dalam kabupaten itu yang memfasilitasinya pemerintah kabupaten tapi antar kabupaten misalnya perbatasan di sini ada dua kecamatan yang akan mengabung menjadi satu itu difasilitasi dari provinsi. Kalau antar provinsi diselesaikan oleh kementerian dalam negeri," jelas Fatah kepada bangkapos.com usai penanaman padi sawah, Kamis (7/9/2017) di Desa Kimak.

Menurutnya jika desa seperti Kace ingin masuk wilayah Pangkalpinang ada persyaratan administratif dan fisik yang harus dipenuhi.

Diantaranya luas wilayah, potensi daerah, tidak bisa langsung harus memenuhi tahap persiapan selama tiga tahun.

"Oleh kementerian dalam negeri dievaluasi dan dinilai kembali layak atau tidak masuk. Tidak apa-apa masyarakat berkehendak tapi penuhi dulu persyaratan persyaratan administratif, persyaratan fisik dari wilayah itu dan potensi dari wilayah itu," tegas Fatah.

Untuk itu dari tahun pertama hingga ketiga akan dievaluasi jika tidak memberikan nilai tambah dan manfaat kepada masyarakat sebaliknya membebani biaya operasional pemerintah daerah yang tinggi maka tidak bisa bergabung masuk wilayah Pangkalpinang.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved