Mantan KSAL Beri Masukan Percepatan Sektor Maritim di Bangka Belitung
Semoga masukan dan arahan bapak Marsetio bisa diaplikasikan di Bangka Belitung yang kedepannya akan mengandalkan sektor
Penulis: deddy_marjaya | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya
BANGKAPOS.COM, BANGKA- Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI (Purn) Marsetio menghadiri undangan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rabu (6/9/2017) dikegiatan rakor percepatan pembangunan sektor maritim di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Kedatangan Laksamna TNI (Purn) Marsetio untuk memberikan masukan terkait percepatan pembangunan sektor maritim di Bangka Bangka Belitung.
"Semoga masukan dan arahan bapak Marsetio bisa diaplikasikan di Bangka Belitung yang kedepannya akan mengandalkan sektor kemaritiman," kata Erzaldi Rosman
Dalam arahannya Jendral TNI (Purn) Marsetio mengatakan Indonesia memiliki kekuatan maritim.
Dimana Presiden Jokowi mencanangkan 5 pilar maritim yaitu budaya maritim, sumber daya maritim, interkonektifiti, diplomasi maritim dan kebijakan maritim yang kewenangannya ditangan pemerintah pusat.
Target pemerintah dalam 5 tahun kedepan adalah pendapatan perkapita Indonesia 10.000 USD/tahun, dalam pengembangan potensi daerah, usulan program pemerintah daerah harus disesuaikan dengan KKE yang dirancang oleh pemerimtah pusat dengan didasari 7 pilar strategi kelautan.
"7 pilar stategi kelauran antara lain pengolahan sumber daya kelautan, pengembangan SDM, Hankam dan penegakan hukum keselamatan laut, tata kelola kelembagaan laut dan ekonomi serta Infrastruktur kelautan serta peningkatan kesejahteraan, pengelolaan ruang laut serta diplomasi maritim," kata Jendral TNI (Purn) Marsetio dalam paparannya.
Ditambahkannya program pembangunan oleh Pemda akan dilakukan penyesuaian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Nasional.
Kemajuan sektor maritim Bangka Belitung diuntungkan dengan hadirnya KEK Tanjung Kelayang namun belum ada eksplorasi wisata secara maksimal sehingga belum ada penunjang sektor promosi destinasi wisata.
Disisi lain di Babel masih ada tumpang tindih zona pariwisata, perikanan dan tambang, serta pemetaan hidrografi yang minim.
"Saya himbau Pemprov untuk segera melakulan rapat terpadu untuk membahas terkait zonasi laut dan permasalahan maritim tersebut," katanya
Mantan KSAL periode 2012-2015 ini mengatakan direncanakan Tim Sail Indonesia 2017 akan singgah di Belitung pada tanggal 6 s.d 10 Oktober 2017.
Terkait hal tersebut agar dimanfaatkan sebagai promosi dan penigkatan ketertarikan wisatawan asing.
Pemprov Kepulauan Bangka Belitung harus segera mempersiapkan sambutan serta layanan paket destinasi wisata seperti halnya yang saat ini dikembangkan di Prov. Kep. Riau.
"Ini sebagai upaya Bangka Belitung untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor timah," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/foto-bersama_20170907_191547.jpg)