KSOP Tanjungpandan Hanya Sebatas Memberikan Himbauan ke Pemilik Kargo

"Memang suplyer itu tidak boleh dari Jakarta, tapi kami hanya bisa menghimbau saja," kata Muas

KSOP Tanjungpandan Hanya Sebatas Memberikan Himbauan ke Pemilik Kargo
bangkapos.com/Disa Aryandi
KLM Anugerah Jaya 02, Senin (18/9) ketika bersandar di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan Capt Muas Effendi mengaku, sudah mendapat surat edaran dari Gubenur Bangka Belitung (Babel) nomor 540/849/ESDM tertanggal 31 Agustus 2017, tentang pengiriman Bahan Bakar Gas /LPG ke Pulau Belitung.

Namun mereka hanya bisa memberikan himbauan kepada pemilik kargo, dan selanjutnya tetap akan melarang buat pengiriman Gas Elpiji dari Pelabuhan Sunda Kelapa, sesuai dengan surat tembusan yang diterimanya.

"Memang suplyer itu tidak boleh dari Jakarta, tapi kami hanya bisa menghimbau saja," kata Muas kepada posbelitung.com, Selasa (19/9/2017).

Semula terdapat ribuan tabung Gas Elpiji dikirimkan dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta menuju Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Tanjungpandan, Belitung.

Pengangkuatan Gas Elpiji tersebut menggunakan KLM Anugerah Jaya 02 dan KLM Bungawali. Ada 11 orang pemilik dari tabung gas berukuran rata-rata 12 Kilogram (Kg) tersebut.

Pengangkutan terhadap tabung Gas Elpiji dari Pelabuhan Sunda Kelapa itu, telah berlangsung lama. Cara pengangkutan tabung ini, diduga tidak melalui rayonisasi PT Pertamina (Persero) yang ada di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved