Breaking News:

Menang Pilbup Bangka 2008, Yusroni Yazid Beli Rumah Rp 1,8 Miliar

Yusroni Yazid pernah membeli rumah senilai Rp 1,8 miliar di Jl Jenderal Sudirman Sungailiat Bangka.

Penulis: Fery Laskari | Editor: edwardi
bangkapos.com/Fery Laskari
Mantan Bupati Bangka, Yusroni Yazid bersaksi di hadapam Majelis Hakim PN Sungailiat, Selasa (19~9~2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terungkap fakta, saat menjabat Bupati Bangka, beberapa tahun lalu, Yusroni Yazid pernah membeli rumah senilai Rp 1,8 miliar di Jl Jenderal Sudirman Sungailiat Bangka.

Rumah megah itu, milik orangtua Osfindinar Syahdan, lawan politik yang pernah dia kalahkan pada Pilbup Bangka 2008 silam.

Ini terungkap, saat Ny Noerhari Astuti alias Bu Eko, istri mantan Gubernur Babel, Eko Maulana Ali menggungat Ny Zurailah, istri Osfindinar Syahdan di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat atas tuduhan tak membayar hutang. Sementara Yusroni Yazid hadir di persidangan, Selasa (19/9/2017), sebagai satu dari sekian saksi yang dihadirkan jaksa.

Saksi pertama yang memberikan keterangan pada Majelis Hakim PN Sungailiat, adalah wanita separuh baya bernama, Ny Ade Sumiati. Ade menyatakan, Terdakwa Zuraila alias Ila, meminjam uang pada Bu Eko untuk kepentingan kampanye suaminya, Osfindinar Syahdan, Tahun 2008.

Proses pinjaman ini diketahui oleh Ade, karena dialah yang disuruh Bu Eko menulis kuitansi yang kemudian ditanda-tangani terdakwa, Ny Zurailah, 2008 lalu. "Waktu peminjaman ada kuitansinya. Saya tahu karena saya yang buatkan kuitansinya," kata Ade di hadapan Sarah L Simanjuntak, Jonson Parancis dan Jhon Paul, majelis hakim yang mengadili perkara ini, Selasa (19/9/2017).

Awalnya kata Ade, orang kepercayaan Ny Zurailah-Osfindinar, bernama Ari datang menemui Bu Eko. Ari menyampaikan pesan bahwa Pasutri, Osfindinar-Zurailah kurang modal untuk mencalonkan diri menjadi Bupati Bangka melawan Yusroni Yazid, di masa itu.

"Ari bilang begitu pada Bu Eko, dan saya dengar langsung pembicaraan mereka. Kemudian Bu Eko bilang bahwa dia bisa kasih pinjamkan uang, tapi dalam bentuk mata uang seratus ribu dolar (senilai lebih kurang Rp 1 miliar)," kata Ade.

Pembicaraan itu berlanjut. Bu Eko kemudian menyerahkan pinjaman kepada Terdakwa, Ny Zurailah. Ade mengaku, kapasitasnya waktu itu sebagai 'orang dekat' Bu Eko sehingga mengetahui soal pinjaman uang ini.
"Saya memang tidak lihat terdakwa (Zurailah) ambil uangnya, tapi saya yang bikin kuitansi disuruh Bu Eko," kata Ade memastikan, kuitansi ditanda-tangani Terdakwa Zuraila setelah uang diterima sehari sebelumnya.

Saksi Deni Hasbi, yang juga berstatus sebagai kakak kandung Osfindinar atau kakak ipar Terdakwa Ny Zuraila, kemudian memberikan kesaksian berikutnya. Awalnya kepada hakim, Saksi Deni Hasbi menyatakan tidak tahu soal hutang piutang tersebut.
'Saya tidak tahu-menahu soal pinjaman itu. Saya juga tidak mendengar dari terdakwa;" katanya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved