Pisau di Tangan, Badik di Pinggang Panglima Serang Penambang Timah

Budi Tikal alias Panglima, dituding tak hanya menghasut nelayan, tapi secara nyata ikut menyerang penambang

Pisau di Tangan, Badik di Pinggang Panglima Serang Penambang Timah
bangkapos.com/Fery Laskari
Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), mengenakan rompi tahanan, Selasa (r19~9~2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terungkap fakta di persidangan, Selasa (19/9/2017), pria ini sebagai otak kerusuhan penyerang para penambang, Januari 2015 silam.

Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, dituding tak hanya menghasut nelayan, tapi secara nyata ikut menyerang penambang di Kolong Buaya Rambak, kawasan Jeliti Sungailiat.

Baca: Panglima Budi Tikal: Saya Ini Direktur Utama CV Huang Fang

Isi surat dakwaan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Marina didampingi JPU Beny Kristanto. Dakwaan ditujukan pada Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, saat terdakwa diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (19/9/2017)..

"Bahwa pada Tanggal 15 Januari 2015 di Kolong Buaya Lingkungan Rambak (Kawasan Jeliti) Sungailiat Bangka terdakwa telah membuat, menerima, atau mencoba atau menguasai atau mempunyai, menyimpan, mengangkut, suatu senjata pemukul atau penusuk," kata JPU Marina memulai dakwaan di persidangan.

Awalnya kata JPU, terdakwa menelepon sesesorang dan minta orang itu menjemputnya. Dia juga menyuruh orang ini menyiapkan sejumlah orang. "Terdakwa bilang kamu dimana? jemput saya, dan bawa teman. Di rumahnya, terdakwa menyiapkan tas warna niru berisi sejumlah senjata tajam," kata JPU Marina.

Terdakwa dan orang yang menjemputnya kemudian pergi ke Kawasan Kantor PT Pulomas Sentosa di Jeliti Sungailiat. "Terdakwa ke Pulomas, membawa tas warna biru, berisi parang, badik dan tombak. Tiba di Pulomas, terdakwa bertemu Ratno Daeng Mapiwali (terpidana divonis lebih dulu)," katanya.

Sesampainya di areal PT Pulomas, terdakwa lanjut JPU, membuka bagasi mobil berisi tas biru, lalu membagikan badik, parang dan tombak kepada para nelayan yang dia temui di lokasi itu. Tak hanya membagikan senjata tajam kepada para nelayan, namun terdakwa juga memanas-manasi nelayan agar menyerang para penambang di kawasan Kolong Buya yang dimaksud.

Tapi sayang, tak semua nelayan yang dia temui, menuruti perintah. Terdakwa pun marah, dan berucap kasar guna memanas-manasi sebagian nelayan.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved