Sempat Diprotes, Pembangunan Tower di Kelurahan Teladan Kembali Dilanjutkan

pengembang pembangunan Proyek tower untuk telepon seluler sempat mendapatkan penolakan oleh beberapa warga di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali

Sempat Diprotes, Pembangunan Tower di Kelurahan Teladan Kembali Dilanjutkan
Bangkapos/riki
Lokasi pembangunan tower telepon seluler di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, foto di ambil Selasa (19/9/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pihak pengembang pembangunan Proyek tower untuk telepon seluler sempat mendapatkan penolakan oleh beberapa warga di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan.

Namun pada Selasa (19/9) siang, Kapolsek Toboali AKP Faisal, Camat Toboali Jusvinar serta Lurah Teladan Sutiwan terlihat berada di lokasi tempat tower yang rencananya akan dibangun.

Keberadaan mereka untuk memastikan bahwa hanya terjadi miskomunikasi antara warga dengan pihak yang ingin membangun tower.

Dimana permasalahnya ada sebagian warga mengklaim bahwa lahan mereka terkena pembangunan tower yang memiliki tinggi 36 meter itu.

Namun permasalahan jarak radius yang sempat dikeluhkan warga sekitar itu, tidak memiliki arah tujuannya.

Dimana ketika pihak pengembang dan anggota Polsek datang ke lokasi pembangunan tower, tidak nampak oknum warga yang protes menunjukkan batang hidungnya.

Setelah beberapa lama ditunggu, akhirnya pihak pengembang kembali memutuskan akan melanjutkan pembangunan tower itu.

Rey SITE Manajer Proyek Tower Bersama menjelaskan bahwa sebelumnya, ada warga di sekitar pembangunan tower memprotes pengerjaan pembangunan tower, mereka beralasan karena lokasi pembangunan masuk dalam tanah milik mereka. Namun pihak pengembang berusaha untuk menyelesaikan itu dengan meminta bukti legalitas tanah, tetapi mereka tidak bisa membuktikannya.

"Hari ini kami melakukan kembali pengukuran radius, karena ada yang mengatakan tanah mereka kena pembangunan tower, sehingga hari kami melakukan pengukuran ulang lagi, namun kami meminta legalitas surat tanah, lalu akan kami selesaikan," jelas Rey kepada wartawan, Selasa (19/9/2017)

Menurut Rey sebelum memulai pembangunan pihaknya telah melakukan upaya pemberitahuan kepada warga di sekitar lokasi yang terkena radius pembangunan tower. Selain itu pihaknya juga telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah mengenai upaya pembangunan tower ini.

"Kami mendirikan tower ini sudah memenuhi persyaratan, tetapi masih ada yang mengklaim bahwa ini tanah miliknya, lalu saya katakan jangan sampai berdebat kusir, tetapi tunjukkan legalitasnya baru kita ukur," ujarnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved