1 Muharram 2017, Inilah 5 Tradisi Unik Sambut Tahun Baru Islam Beberapa Daerah di Indonesia

Acara ini merupakan suatu upacara tradisional yang diselenggarakan di Bengkulu dalam menyambut perayaan tahun baru Hijriyah yang pelaksanaannya...

1 Muharram 2017,  Inilah 5 Tradisi Unik Sambut Tahun Baru Islam Beberapa Daerah di Indonesia
Sufyan Ilyas via kompasiana.com
Upacara Tabot merupakan tradisi perayaan tahun baru Islam di Bengkulu 

Selama mengelilingi benteng dalam ritual ini, semua peserta harus melakukan tapa bisu (tidak berbicara ataupun bersuara) serta tidak makan, minum, atau merokok.

Ritual tradisi ini dibuka untuk umum dan siapa saja juga boleh turut mengelilingi kompleks keraton.

Baca: Nggak Nyangka, Panglima Tampan Ini Ternyata Pernah Menempeleng Presiden ke-2 RI Soeharto

Baca: Tak Disangka, Begini Ternyata Nasib Dukun Cilik Ponari Sekarang, Uangnya Digunakan untuk Hal ini

Dalam mengelilingi benteng, jarak yang ditempuh mencapai lima kilometer.

Tradisi Kirab Pusaka dan Kebo Bule di Surakarta

KOMPAS.COM/ M Wismabrata
KOMPAS.COM/ M Wismabrata

Di Surakarta, pada malam 1 Muharam atau 1 Suro, pihak keraton dan warga menggelar tradisi kirab pusaka yang tidak hanya diiringi oleh para abdi dalem tetapi juga oleh enam ekor kerbau istimewa yang berwarna putih.

Dalam tradisi ini beberapa ekor kebo bule (kerbau berwarna putih) diarak keliling kota.

Baca: Jika Tak Ingin Nasibmu Sama Seperti Rick Williams Ini, Jangan Coba-coba Jadi Playboy!

Kerbau-kerbau ini dipercaya sebagai turunan Kebo Bule Kyai Slamet dan dianggap keramat.

Kerbau-kerbau tersebut berperan sebagai Cucuking Lampah (pemandu kirab) dan diikuti oleh para kerabat keraton yang membawa pusaka.

Baru kemudian di barisan belakang ada masyarakat Solo dan sekitarnya.

Kirab ini biasa digelar pada tengah malam, biasanya masyarakat sudah berkumpul di tepi jalan yang dilewati rombongan kirab.

Baca: Astaga, Kapal Perang AS Ini Dibuat dari Baja Reruntuhan Gedung WTC, Alasannya Ingin Balas Dendam

Yang unik dari tradisi ini, para warga menanti momen di mana mereka dapat menyentuh badan kebo bule dan berebut untuk mendapatkan kotorannya yang katanya dapat membawa berkah tersendiri.

Tradisi Bubur Suro di Jawa Barat

bubur syuro di jawa barat
bubur syuro di jawa barat (purwohadis.blogspot.co.id)

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat dalam rangka menyambut bulan Muharram.

Tradisi ini juga dilakukan sebagai bentuk peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad di medan peperangan.

Pada pagi hari pada tanggal sepuluh Muharram, seluruh rumah penduduk menyiapkan bubur merah dan bubur putih yang disajikan secara terpisah yang dikenal sebagai bubur suro. Bubur ini nantinya akan dibawa ke masjid terdekat dengan beberapa makanan lainnya.

Baca: Laki-laki maupun Perempuan Wajib Tahu, Ini 10 Tanda Jika Anda Terlalu Berlebihan dalam Masturbasi

Peringatan tahun baru Hijriyah yang dilakukan di sejumlah daerah tersebut memang tidak memiliki ketentuan yang tertulis dalam Al Quran ataupun Hadits.

Namun, sah-sah saja bagi siapa daja yang ingin ikut meramaikannya asalkan tidak meyakininya. Sehingga tidak menjadikan untuk mengikuti ritual budaya tersebut.

Baca: Mengejutkan, Sains Buktikan Kebanyakan Orang Kaya Tidak Peduli dengan Orang Lain

Tradisi Ledug Suro di Magetan, Jawa Timur

(yudhasatria45.wordpress.com)
(yudhasatria45.wordpress.com)

Pada tahun baru hijriah, masyarakat Magetan menggelar tradisi Ledug Suro dengan ngalub berkah bolu rahayu.

Tradisi ini dipercaya dapat membawa rizki.

Baca: Jadi Viral, Pria Gelandangan Ini Tiba-tiba Nyanyi di Depan Publik, Suaranya Ternyata Mengejutkan

Sama seperti tradisi 1 Suro lainnya, Ledug Suro sangat dinanti-nati warga.

Upacara ini diawali dengan kirab Nayoko Projo dan Bolu Rahayu yang nantinya menjadi sasaran rebutan warga.

Pasalnya, bolu rahayu tersebut dipercaya mendatangkan berkah. (*/berbagai sumber)

Penulis: asmadi
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved