Ini Tanda Mistis yang Diyakini Gunung Agung Segera Meletus Selain Macan dan Ular Turun Gunung

Mungkin kepanasan di atas Gunung Agung. Makanya binatang ke luar dan ke pemukiman warga

Ini Tanda Mistis yang Diyakini Gunung Agung Segera Meletus Selain Macan dan Ular Turun Gunung
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa/Rizal Fanany
Masyarakat di sekitar Gunung Agung semakin banyak yang mengungsi. 

1. Semakin seringnya merasakan gempa.

2. Sudah tercium bau belerang yang cukup menyengat di wilayah mereka.

Para pengungsi tersebut tiba di wilayah Punduk Dawa sekitar pukul 20.00 Wita, dengan mengendarai kendaraan roda 4 dan roda 2.

Sejak dinyatakan berstatus Siaga (Level III) pada 18 September lalu, Gunung Agung ternyata terus memperlihatkan peningkatan aktivitas vulkaniknya.

Kemarin, Kamis (21/9/2017) dilaporkan bahwa magma atau cairan ultra-panas di dalam kawah gunung sudah mulai naik ke permukaan.

Gempa vulkanik dalam dan dangkal juga terus meningkat, sehingga berdampak ke permukiman warga di lereng gunung.

Kepala Pusat Vulknologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ir Kasbani MSc menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung telah ditetapkan menjadi Awas.

Suhu Semakin Tinggi

Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, terus meningkat, dan pada Jumat (22/9/2017) pukul 20.30 Wita statusnya resmi ditingkatkan menjadi level IV (Awas).

Para pengungsi dari berbagai wilayah di Karangasem mulai mengungsi ke Klungkung.

I Ketut Suriya, pengungsi asal Desa Selat Duda menjelaskan, warga di desanya sudah sebagian besar mengungsi.

Hal ini karena gempa yang setiap saat terasa dan intensitasnya menjadi lebih sering dari hari biasanya.

"Suhu di tempat saya tinggal juga semakin panas," jelasnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wabup Made Kastayang langsung memantau arus pengungsi ke Klungkungmenjelaskan, hingga saat ini pengungsi yang masuk ke Klungkung diperkirakan sudah lebih dari 2.500 orang.

Mereka tersebar di 19 titik lokasi di Klungkung.

"Saat ini pengungsi sangat membutuhkan alas tidur. Mari kita saling bantu membantu dalam situasi seperti ini," kata Suwirta.

Seperti diketahui, Kepala PVMBG melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik dari kegempaan yang terus meningkat maka status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) oleh PVMBG Badan Geologi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, level Awas adalah level tertinggi dalam status gunungapi. Status Awas berlaku terhitung mulai, Jumat (22/9/2017) pukul 20.30 Wita malam ini.

Rekomendasi PVMBG adalah masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 9 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 kilometer.

Di dalam radius ini tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat di dalamnya.

Kepala PVMBG melaporkan kenaikan status Awas tersebut kepada Kepala BNPB, BPBD Provinsi Bali dan BPBD kabupaten di sekitar Gunung Agung untuk diambil antisipasi.

Dengan perluasan daerah zona berbahaya tersebut maka pengungsi akan bertambah.

BNPB dan BPBD akan mengambil langkah-langkah penanganan antisipasi menghadapi letusan dan penanganan pengungsi terkait dengan peningkatan status Awas dari Gunung Agung.

Kepala BNPB bersama pejabat terkait telah berada di Bali untuk berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan Bupati terkait.

Posko nasional segera diaktivasi untuk memberikan pendampingan pemerintah daerah.

Bantuan logistik dan peralatan segera didorong ke titik-titik pengungsian.
Rapat koordinasi antar-kementerian, lembaga dan unsur lainnya akan segera dilakukan.

BNPB dan BPBD sedang menyiapkan rambu-rambu jarak radius yang akan segera dipasang di tempat-tempat strategis agar masyarakat dapat mengetahui posisi di radius aman atau berbahaya.

Masyarakat diimbau untuk tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan.

Hingga saat ini Gunung Agung belum meletus. Pemantauan diintensifkan. (Tribunbali.com)

Editor: tidakada016
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved