Pemkab Bangka Kelola Sendiri Parkir Di RTH, Pendapatan Diperkirakan Rp 500 Juta hingga Rp 700 Juta

Rencananya pengelolaan parkir akan dilakukan sendiri oleh Pemkab Bangka dengan manfaatkan para Pekerja Harian Lepas

Pemkab Bangka Kelola Sendiri Parkir Di RTH, Pendapatan Diperkirakan Rp 500 Juta hingga Rp 700 Juta
bangkapos.com/Nurhayati
Sekda Bangka H Fery Insani ketika meninjau pembangunan Ruang Terbuka Hijau, Sabtu (23/9/2017) di Eks Terminal Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka tidak menyerahkan pengelolaan parkir di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Eks Terminal Sungailiat kepada pihak ketiga.

Rencananya pengelolaan parkir akan dilakukan sendiri oleh Pemkab Bangka dengan manfaatkan para Pekerja Harian Lepas (PHL) atau honorer di Pemkab Bangka.

Baca: RTH eks Terminal Sungailiat Sediakan Minimarket dan Apotik 24 Jam

Baca: Oktober 2017 Persiapan KEK Pariwisata, Maret 2018 Diresmikan

"PHL kami banyak yang berbakat dan berbadan bagus mereka mungkin jadi petugas parkir di sini. Parkirnya pakai barrier gate jadi tidak ada istilahnya kolusi korupsi di sini," ungkap Sekda Bangka H Fery Insani kepada bangkapos, ketika meninjau pembangunan RTH, Sabtu (23/9/2017) di Eks Terminal Sungailiat.

Maket RTH eks Terminal Sungailiat
Maket RTH eks Terminal Sungailiat (IST)

Dia memperkirakan penerimaan parkir di RTH
sekitar Rp 500 juta hingga Rp 700 juta per tahun.

Selain itu juga untuk pedagang mambo di Eks Terminal Sungailiat akan dikenakan iuran perhari untuk listrik, air dan kebersihan sehingga tidak ada lagi pungutan liar (pungli).

"Jangan cak-cak nek preman, dakde preman. Ini akan dikelola UPT pasar. Jadi air, listrik, sampah kita include jadi satu dan kita menjajaki dengan Bank Mandiri aplikasinya. Ini bagian yang harus kita perhatikan, harus tertib. Keistimewaan RTH ini menurutnya 24 jam," tegas Fery.

Menurutnya parkir dengan sistem barrier gate juga akan di pasang di Tempat Wisata Pantai Matras. Untuk itu Pemkab Bangka akan melakukan penertiban.

Dengan sistem ini pemasukan parkir jelas misalnya satu jam pertama bayar satu jam berikutnya bayar Rp 3.000. Rencana ini akan diterapkan tahun 2018.

"Mohon maaf kawan-kawan yang biasanya markir akan hilang pendapatannya tidak. Mereka yang selama ini markir di situ kalau pakai parkir gate jadi menganggur tidak. Kalau enam orang petugas parkir di situ kita jadikan PHL di situ sama dengan pasar. Jadi tukang parkir selama inu disitu bilang pak kami kek hilang mata pencaharian, mereka kita rekrut sebagai PHL di situ," jelas Fery.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved