Meski Pernah Kena Tempeleng, Ini Dia Perwira Polisi yang Paling Disayang Bung Karno
Mangil mengawal Bung Karno sejak tahun 1945, dari awal kemerdekaan. Mangil awalnya anggota Kesatuan Polisi Istimewa
BANGKAPOS.COM-- Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mangil Martowidjojo mungkin adalah perwira polisi yang paling disayang Presiden Soekarno.
Perwira polisi ini adalah Komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP).
DKP adalah pengawal pribadi yang berada paling dekat dengan Presiden. Sementara di ring luar, pengamanan diserahkan pada Tjakrabirawa.
Mangil mengawal Bung Karno sejak tahun 1945, dari awal kemerdekaan.
Mangil awalnya anggota Kesatuan Polisi Istimewa Tokomu Kosamu Tai, atau Polisi Macan.
Pangkatnya saat itu agen polisi kelas II. Saat proklamasi 17 Agustus 1945, Mangil diperintahkan menjaga Soekarno.
Setelah itu setiap hari selama berpuluh-puluh tahun dia mengawal Soekarno.
Mangil mendampingi Soekarno di saat-saat tersulit Republik ini.
Dia mendampingi Soekarno hijrah dari Jakarta ke Yogya saat keadaan memburuk akibat teror tentara Belanda.
Mangil dan Tim DKP pula yang menyelamatkan Soekarno dari usaha pembunuhan Soekarno saat Salat Idul Fitri.
Ketika Gerakan 30 September 1965 meletus, Mangil makin rapat menjaga Soekarno. Saat itu kondisi memanas di mana-mana.
Perseteruan antara pasukan Jenderal Soeharto dan PKI terjadi di mana-mana.
Setelah mengeluarkan surat perintah 11 Maret 1966, kekuasaan Soekarno terus dipreteli.
Soekarno memang masih presiden, tapi kekuasaan sudah dipegang Mayjen Soeharto.
Dalam buku Gerakan 30 September, Pelaku, Pahlawan & Petualang yang ditulis wartawan Senior Julius Pour, keteguhan Mangil tampak saat dia harus menerobos barikade RPKAD di Medan Merdeka Barat.
Tanggal 18 Maret 1966, Soekarno akan berangkat ke Istana Bogor. Tapi dicegat sepasukan RPKAD yang dipimpin seorang kapten di dekat Air Mancur, Jl Medan Merdeka Barat.
"Bapak berada di mobil nomor dua, paling depan jip DKP, nomor tiga mobil yang saya naiki dan ditutup oleh jip DKP. Begitu konvoi berhenti, sesuai prosedur, semua anak buah saya langsung berhenti melindungi mobil bapak sambil melepas kunci pengaman senjata," kata Mangil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mangil_20170927_051306.jpg)