Rabu, 29 April 2026

Disa Pos Belitung Dikeroyok Oknum LSM dan Wartawan, Jurnalis Aksi Damai di Polda Babel

Puluhan wartawan di Provinsi Kepulauan Babel melakukan aksi damai di depan Mapolda Babel, Kamis (28/9/2017).

Tayang:
Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
Bangka pos
Aksi damai wartawan di Polda Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan wartawan di Provinsi Kepulauan Babel melakukan aksi damai di depan Mapolda Babel, Kamis (28/9/2017).

Jurnalis dari berbagai media itu mendesak aparat kepolisian menyelesaikan kasus dugaan pengeroyokan terhadap wartawan Pos Belitung, Disa Aryadi.

Disa mengalami aksi pemukulan oleh sejumlah oknum LSM dan wartawan di Kantor Pos Belitung, Kabupaten Belitung beberapa hari lalu.

Baca: VIDEO: Puluhan Wartawan Aksi Solidaritas di Polda Kepulauan Babel, Minta Usut Kasus Pengeroyokan

Oknum LSM dan wartawan tersebut diduga tidak terima dengan pemberitaan harian Pos Belitung, terkait aktivitas penambangan pasir.

Padahal, berita yang dibuat Pos Belitung sudah memenuhi kaidah jurnalistik.

"Kami minta Pak Kapolda membantu kami untuk mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai kami juga akan menjadi korban berikutnya," kata koordinator lapangan Rudi Syahwani.

Para jurnalis meminta agar Kapolda Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri merespon aspirasi wartawan.

Keinginan wartawan disambut secara baik oleh Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Muin.

"Aspirasi kawan-kawan kami sambut," kata Abdul Muin.

Sementara, Manajer Peliputan Bangka Pos Dodi Hendriyanto menjelaskan ada cara yang ditempuh pihak tertentu jika keberatan terhadap suatu berita.

Baca: VIDEO: Polres Belitung Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Wartawan

Menurutnya tidak perlu dengan kekerasan.

"Semata-mata aksi ini sebagai bentuk soliditas kami dan dukungan polisi untuk menyelesaikan kasus tersebut," ujarnya.

Diberitakan Pos Belitung sebelumnya, sejumlah orang dari satu kelompok perwakilan wartawan dan organisasi masyarakat di Kabupaten Belitung menyambangi kantor Harian Pos Belitung di Jalan Gaparman No 7 Kelurahan Lesung Batang Tanjungpandan, Selasa (26/9/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan perihal pemberitaan yang dimuat Pos Belitung edisi Jumat (22/9/2017).

Berita itu terkait aktivitas pengambilan pasir di lokasi eks kaolin Martapura.

Awalnya, rombongan diterima secara baik-baik oleh Manager Produksi Pos Belitung Kamri bersama Koordinator Liputan Rusmiadi.

Mereka berbincang-bincang di ruang rapat Pos Belitung.

"Mereka awalnya mau klarifikasi berita yang kami muat Jumat lalu. Setelah berbincang mereka minta bertemu wartawan yang membuat berita tersebut," ujar Kamri.

Kamri menjelaskan rombongan ini sempat mempertanyakan motif wartawan Pos Belitung menulis berita tersebut.

Padahal, dalam proses pemberitaan redaktur tidak membahas motif penulisan.

Tetapi kaedah berita harus sesuai dengan metode penulisan dari berita tersebut.

Saat diskusi berlangsung, wartawan Pos Belitung Disa datang.

Mendadak suasana menjadi riuh.

Terjadi cekcok mulut yang berakhir terjadinya pemukulan terhadap Disa. 

Tak terima atas kejadian tersebut, Disa didampingi Kamri dan Rusmiadi melaporkan hal tersebut ke Polsek Tanjungpandan.

"Atas kejadian itu dan arahan dari pimpinan kejadian langsung kami laporkan," kata Kamri.

Pantauan Pos Belitung, Polsek Tanjungpandan yang sebelumnya sempat datang ke kantor Pos Belitung langsung memproses laporan yang dibuat.

Kedua belah pihak baik pelapor dan terlapor juga sudah dimintai keterangan oleh aparat.

"Kami tetap memproses kejadian ini sesuai aturan hukum yang berlaku dan bersikap nertal. Kami tidak akan memihak kepada pihak manapun," ujar Kapolsek Tanjungpandan Gineung Pratidina KF saat dikonfirmasi Pos Belitung.

Ia menambahkan, sementara ini hingga Selasa (26/9/2017) malam pihaknya belum menentukan tersangka.

Namun kata dia, seluruh pihak baik dari pelapor dan terlapor sudah diperiksa sesuai proses hukum.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan rekonstruksi awal di TKP.

Hal itu untuk mengetahui kronologis kejadian dan menyingkronkan dengan keterangan saksi-saksi.

"Untuk tersangka belum ditentukan, kami masih proses penyelidikan dulu dan akan dilanjutkan besok," katanya.

Berdasarkan informasi Ketua Perkumpulan Wartawan Belitung (Perwabel) Yurman membantah rekannya melakukan pengeroyokan terhadap Da.

Menurutnya kejadian tersebut, Da hanya berduel satu lawan satu.  

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved