Batik Khas Babel Ternyata Dilirik Malaysia

Produk kita handmade, karena handmade meskipun bikin lagi pasti beda hasilnya dengan motif

Batik Khas Babel Ternyata Dilirik Malaysia
Bangka Pos/Krisyanidayati
Owner D'Mahen Batik Mahendra bersama Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi menunjukkan karya batiknya di Novotel, Jum'at (29/9/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Batik khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai dilirik negara tetangga, dengan tawaran kerjasama dan perluasan pasar.

Batik dengan Brand D'Mahen ini ditawari Malaysia untuk bekerjasama.

Namun sayangnya, owner batik D"Mahen ini belum bisa menjelaskan bentuk kerjasama yang akan dilakoni.

"Malaysia sudah menyampaikan ingin kerjasama batik, tapi belum tau seperti apa kita serahkan ke dinas perdagangan provinsi untuk kelanjutannya," kata owner Batik D'Mahen, Mahendra Jusman, Jum'at (29/7).

Batik yang di Produksi di Belitung ini merupakan batik tulis yang produknya terbatas lantaran handmade.

"Produk kita handmade, karena handmade meskipun bikin lagi pasti beda hasilnya dengan motif yang sama, bisa dikatakan limited edition," kata Mahendra.

Mahendra mengatakan dirinya mulai menggeluti bisnis batik sejak 2004 silam. Menurutnya, motif batiknya mengusung flora dan fauna khas Babel seperti Daun Simpur, keramunting.

"Sebelum saya serius melestarikan batik ini saya penelitian dulu, dan warna sakral dalam batik saya itu ungu. Ungu itu lambang kesetiaan berbeda dengan makna yang selama ini bermakna kurang baik," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved