Tak Ketemu Gubernur, Masyarakat Minta Tambang Rambat Dihentikan
Ini sudah keduakalinya kami datang kesini. Kali ini kami minta untuk bertemu langsung dengan gubernur. Kami minta gubernur
Penulis: Hendra | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat 8 desa di Kabupaten Bangka Barat yang mendatangi kantor DPRD Babel, Selasa (3/10/2017) mendesak agak DPRD memfasilitasi untuk bertemu langsung dengan Gubernur Babel, Erzaldi Roesman Djohan.
Ketua Serikat Persatuan Nelayan Desa Air Nyatoh, Asbaru alias Baba mengatakan ingin bertemu dengan gubernur untuk mencabut izin tambang yang beroperasi di daerah perairan mereka.
"Ini sudah kedua kalinya kami datang kesini. Kali ini kami minta untuk bertemu langsung dengan gubernur. Kami minta gubernur menghentikan dan mencabut izin tambang kapal isap itu," kata Ali Baba.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya dalam pertemuan tersebut tak bisa memfasilitasi keinginan mereka. Pasalnya gubernur sedang tidak ada dikantornya.
"Saya mau saja memfasilitasi. Tapi Gubernurnya sedang ada di Pongok, ada acara PLN disana. Yang jelas kami akan menyurati kembali gubernur soal ini. Atau nanti kita atur jadwalnya dengan gubernur, tapi tidak sekarang karena gubernur sedang keluar," kata Didit Srigusjaya.
Masyarakat pun melunak. Ketua DPRD Babel dan masyarakat sepakat menghentikan sementara aktivitas tambang kapal isap di Desa Rambat dan Air Buluh sampai permasalahan tersebut selesai.
"Saya akan meminta ke Kapolda nantinya. Sementara ini kita sepakat untuk menghentikan dulu aktivitas tambang itu sampai masalahnya selesai," kata Didit.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/asbaru_20171003_151000.jpg)