Pria Muda Dapat Diskon, Ada Kolam Renang Besar untuk Pesta Seks Gay
"Bagi mereka yang di bawah umur 30 tahun, dapat diskon, bayarnya jadi Rp 100.000. Kalau (tubuhnya) bertato bayarnya jadi Rp 135.000,"
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Asufri menjelaskan bagaimana kondisi spa tempat berkumpul kaum gay tersebut.
Saat memasuki lantai 1, pengunjung akan disambut di meja kasir.
Berdasarkan pengakuan dari sejumlah karyawan, biaya masuknya sebesar Rp 165.000.
Namun pengunjung juga akan ditanyai umurnya.
Baca: Heboh 5 Kasus Spa Khusus Gay yang Terbongkar, Remaja dan Anak di Bawah Umur Pun Jadi Pelanggan
Bagi gay yang masih muda, akan mendapat diskon.
Demikian pula bagi gay yang tubuhnya memiliki tato, bakal dapat potongan harga.
"Bagi mereka yang di bawah umur 30 tahun, dapat diskon, bayarnya jadi Rp 100.000. Kalau (tubuhnya) bertato bayarnya jadi Rp 135.000," kata AKBP Asufri.
Setelah proses administrasi, pengunjung bisa masuk.
"Pengunjung akan diberi kunci menuju lantai 2. Di sana mereka akan bertemu dengan karyawan yang memberikan handuk dan kunci loker. Di dalam loker, ada air mineral, kondom dan pelicin," tutur Asufri.
Dijelaskan lebih lanjut, fasilitas disediakan di lantai 3.
Di sana ada 21 bilik kamar yang bisa dipergunakan pasangan gay untuk melakukan hubungan intim.
Begitu pula kondisi di lantai 4 yang punya 10 bilik beserta kolam renang kecil.
"Lantai 4 ada kolam renang kecil untuk ukuran 2 sampai 4 orang. Di sana juga biasa dipakai oleh pengunjung untuk melakukan hubungan badan sesama jenis," ungkap Asufri.
Baca: ABG Hingga Lansia Langganan Spa Khusus Gay, Lantai Teratas Buat Pria Tanpa Busana Beginian
Kolam renang yang lebih besar, yakni berukuran maksimal untuk 10 orang terletak di lantai teratas, yakni lantai 5.
Di sana, pengunjung bisa saling bercengkrama serta mengadakan pesta seks.
"Tetapi tempat ini tidak menyediakan pasangannya. Kalau pengunjung datang sendiri, biasanya mereka menunggu pria lain yang datang sendirian. Kemudian barulah mereka berhubungan badan. Itu berdasarkan kesepakatan mereka saja," ujar Asufri.
Mengenai rata-rata jumlah pengunjung setiap hari atau setiap minggunya, sambung Asufri, masih didalami pihak kepolisian.
Sementara itu banyak 51 orang pria pengunjung T1 Spa yang terjaring penangkapan pada Jumat (6/10) lalu, telah dipulangkan setelah dimintai keterangan.
"Total tersangka ada 5 orang. Namun 1 tersangka yang merupakan pemilik dan pemegang saham masuk ke dalam DPO," ujarnya.
Barang bukti
Polisi menemukan bukti kuat adanya praktik prostitusi terselubung kaum penyuka sesama jenis laki-laki (gay).
Pesta ini sengaja difasilitasi oleh pengelola T1 Spa di Harmoni Plaza, Jalan Suryopranoto, Gambir, Jakarta Pusat.
Hal itu diketahui setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di T1 Spa, Senin (9/10).
Olah TKP berjalan singkat, hanya sekitar 30 menit, dan berlangsung tertutup.
Polisi masuk ke dalam tempat prostitusi itu sekitar pukul 13.43 bersama dengan lima tersangka.
Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Asfuri memimpin olah TKP.
Pukul 14.15, mereka keluar gedung.
Kelima orang tersangka kasus prostitusi kaum gay ini kembali digelandang ke mobil polisi.
Baca: Inilah 17 Negara yang Sudah Raih Tiket ke Piala Dunia 2018
Mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, mereka terlihat berjalan menunduk dengan mengenakan penutup wajah.
Di belakang para tersangka terlihat sejumlah polisi membawa matras dan sejumlah helm dari lokasi tersebut.
Helm yang terlihat oleh Kompas.com berwarna merah, biru, dan hitam.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung tak memberi keterangan jelas terkait alasan polisi membawa sejumlah barang bukti baru tersebut.
"Ya, tahu sendirilah kasur (matras) buat apa," katanya.
Baca: Tak Tahunya Jadi Begini, Bripda Azan Pamit Lewat FB Usai Antar Kekasih dan Temui Calon Mertua
Ketika ditanyakan mengenai sejumlah helm yang dibawa polisi, Marpaung hanya diam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono olah TKP tersebut dilakukan guna proses penyidikan lebih lanjut dalam kasus ini.
"Ya untuk melengkapi bukti-bukti dalam proses pemberkasan nantinya," kata Argo.
Polisi telah metapkan lima orang tersangka dalam kasus ini.
Kelima tersangka tersebut yakni GG, GCMP, NA, TS dan K.
Mereka adalah pemilik dan karyawan tempat SPA tersebut.
Mereka terancam dijerat Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat 2 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 256 KUHP tentang Prostitusi dengan ancaman 6 tahun penjara.
Banyak cerita yang tersisa dari penggerebekan pesta 51 gay di spa khusus kaum gay, T1 Spa, di area Ruko Harmoni Plaza, Jalan Suryopranoto, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10) dini hari.
Letak T1 ini bahkan jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari kompleks Istana Kepresidenan.
Para pengunjung spa yang datang setidaknya bukan kelas teri.
Mereka rata- rata naik mobil, bahkan sejumlah pelanggan naik mobil mewah sekelas Toyota Alphard.
Baca: Blak-blakan, Ditjen Pajak Pastikan Transfer Rp18,9 T Terkait Kalangan Militer Libatkan 81 WNI
Hal ini dituturkan seorang petugas keamanan di Komplek Ruko Plaza Harmoni berinisial TA.
"Yang datang ke sini mobil-mobil mewah kok, bukan ecek-ecek. Ada (Toyota) Alphard segala," ujar TA saat ditemui di lokasi, Minggu (8/10).
Menurut dia, sejak Agustus 2017 jumlah pengunjung sudah mulai berkurang, karena sempat ada pengunjuk rasa yang menuntut T1 untuk ditutup.
Baca: Pria Ini Kaya Mendadak Usai Bongkar Rumah Seniman Ternama
Menurut pengakuannya, rentang umur pria-pria yang berdatangan ke T1 bervariasi, mulai dari pemuda hingga lanjut usia yang berprofesi sebagai mahasiswa hingga PNS.
"ABG banyak, kakek-kakek yang sudah tua juga ada. Sejak yang Atlantis (di kawasan Kelapa Gading) digerebek membernya jarang datang. Kemarin yang ditangkap orang baru semuanya itu," ujar TA.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan spa khusus kaum gay ini terdiri dari empat lantai dengan masing-masing peruntukan yang berbeda.
TA menjelaskan, lantai pertama merupakan tempat penerima tamu, sekaligus area gym.
"Ada bangku lima buah. Cat abu-abu. Tidak ada tulisan T1," ujarnya.
Naik ke lantai dua masuk ke ruang loker untuk menaruh barang para pengunjung.
Di sana sekaligus terdapat dua toilet, yang pertama digunakan untuk buang air besar, satu lainnya untuk mandi namun tanpa tirai.
Baca: Ashanty Dicurigai Jalan Bareng Pria lain Selain Anang
Sedangkan di lantai tiga, ucap TA, terdiri dari bilik-bilik kecil.
Di sana tempat pengunjung dengan 'pelayan' pria melakukan hubungan intim sesama jenis.
Ia menuturkan di lantai 4 terdapat kolam renang berukuran kecil.
"(Lantai) Paling atas (ada) kolam renang telanjang, semua batang-batangan (lelaki-- Red)," ujar TA.
Memang, T1 tak seperti Atlantis yang memiliki bilik-bilik seperti penjara yang dilengkapi dengan cambuk. Di T1 hanya ada tempat fitnes dan ruang sauna di lantai 2 dan 3.
Di tempat kejadian perkara, reporter Tribun menemukan sisa-sisa barang bukti yang digunakan kaum gay dalam berpesta.
Salah satunya, yaitu satu bungkus pelumas atau minyak pelicin yang masih berserakan di depan T1 Spa.
Bungkus plastik berwarna hitam tersebut bertuliskan Luvre ditemukan di lantai depan ruko berlantai empat.
Letaknya persis di dekat tong sampah.
Baca: Teganya Nenek Benamkan Wajah Cucunya ke Dalam Minyak Panas
Dari plastik tersebut, informasi yang didapati yaitu, Luvre adalah cairan pelumas yang diracik secara alami.
Luvre tidak berwarna atau berbau.
Penggunaan Luvre pada kondom sebagai pelumas lebih efektif dibandingkan dengan baby oil.
Masih sepupu
Sementara itu pemilik T1 Spa berinisial H diduga merupakan saudara sepupu pemilik tempat fitnes Atlantis Gym di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang juga digerebek saat pesta seks bulan Mei lalu.
Hal tersebut diungkapkan TA. "Sama orangnya satu keluarga sama yang di Kelapa Gading (Atlantis). Masih saudara sepupu antara B (pemilik Atlantis) dan H," kata TA.
Dia menambahkan sejak pesta seks sesama jenis bertajuk 'The Wild One' di Atlantis dibubarkan polisi, H yang kini masih dicari keberadaannya oleh polisi berniat untuk menutup T1.
Hal tersebut lantaran pendapatannya berkurang sejak kasus itu mencuat.
Bikin kecele
Tempat spa ini juga kerap bikin kecele para pengunjung baru.
TA mengatakan sering mendengar keluhan pengunjung T1 Sauna yang menyesal setelah memasuki tempat tersebut.
Menurut TA, pria itu hendak masuk ke tempat spa lain yang jaraknya tak jauh dari lokasi T1 Spa.
"Salah masuk, dia sudah bayar Rp 190.000, terus bilang 'Salah masuk saya'," ujar TA.
Sering juga ada yang ngeluh, baru bayar Rp 165.000 buat fitnes, nggak taunya di dalam digodain sama cowok," ungkap TA, kemarin.
Belum juga mencicipi fasilitas di tempat yang terdaftar sebagai fitnes tersebut, banyak pengunjung yang yang langsung pergi usai membayar paket fitnes.
"Mereka bilang ke saya, 'Hiii, geli gue, gak lagi-lagi dah'. Terus saya bilang ke dia, 'ya Bapak lagian nggak nanya-nanya dulu'. Habis bagaimana, dia juga nggak tau kalau tempat itu untuk penyuka sesama jenis," ujarnya.
Tamu ABG
Para pengunjung T1 Spa khusus gay di Harmoni, Jakarta Pusat, merupakan remaja hingga lanjut usia.
Menurut petugas keamanan di Komplek Plaza Harmoni berinisial TA, dia melihat berbagai macam kalangan masuk ke T1 Spa.
Dari kalangan usia muda hingga lanjut usia.
Tapi, T1 sempat berkurang peminatnya.
Terutama, setelah kasus Saipul Jamil mencuat ke publik.
"Kebanyakan yang muda-muda. Dari orang-orang asing sudah kurang semenjak kasus Saipul Jamil. Kan' pernah sepi tiga bulan, setelah lebaran ramai lagi," ujar TA.
Baca: Astaga! Hampir Sebagian Besar Anak di Kota Ini Hasil dari Prostitusi
Dia menerangkan, member T1 sudah mulai jarang berdatangan sejak Agustus 2017.
Kebanyakan pengunjung baru berasal dari kalangan remaja, bahkan lanjut usia.
"Keanggotaan itu dua bulanan, ini sudah jarang (datang). Yang datang orang-orang baru, ABG-ABG. Rapih-rapih. Ada yang buta, ada yang sudah tua, ada juga yang sudah mau mati," ujar TA sambil terkekeh.
Menurut pengawasan TA, banyak pengunjung yang keluar dari T1 dengan wajah semringah, dan terlihat mesra, "Banyak, katanya, 'hari ini gua puas dua kali'. Kegirangan lah," ujar TA mengutip pernyataan pelanggan T1. (Warta Kota/m8/kps)
Artikel ini sebelumnya diterbitkan Warta Kota berjudul Ada Kolam Renang Besar untuk Pesta Seks di T1 Spa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gay_20171009_094809.jpg)