Tukang Becak Tua Renta Ini Tiap Hari Lari 22 KM, Siapa Sangka Ternyata Dia Sering

Darmiyanto merupakan seorang pelari veteran yang kerap mengikuti lomba lari tingkat nasional maupun internasional.

Tukang Becak Tua Renta Ini Tiap Hari Lari 22 KM, Siapa Sangka Ternyata Dia Sering
Kompas.com/ Syahrul Munir
Darmiyanto (82) di rumahnya di Dusun Ngemplak Tugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, menunjukan sepatunya yang dipakai saat berlomba di Australia, November 2016. 

BANGKAPOS.COM, SALATIGA - Seorang tukang becak bernama Darmiyanto (82) warga Dusun Ngemplak Tugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang setiap hari berlari sejauh 22 kilometer, pergi pulang menuju ke jalan Pemotongan Salatiga, tempatnya mangkal.

Medan yang ditempuh sebenarnya bukanlah jalur aman untuk berlari.

Sebab jalan raya Dadap ayam Suruh hingga ke Jalan Pemotongan adalah jalur yang ramai lalu lalang kendaraan.

"Jauh dan jalannya itu naik turun lho mas. Tapi pak Dar tiap hari begitu, kecuali hari jumat," kata Siswanto (51), tukang becak rekan Darmiyanto.

Darmiyanto merupakan seorang pelari veteran yang kerap mengikuti lomba lari tingkat nasional maupun internasional.

Rencananya dia akan mengikuti ajang lomba lari internasional di Chile pertengahan November mendatang.

Pak Dar, panggilan akrab Darmiyanto, mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti ajang lari Internasional bertitel South American Masters Athletics Championships di Santiago, Chile ini.

Hanya saja ia masih risau dengan kondisi sepatunya.

Maklum, hanya punya dua pasang sepatu yang dipakainya bergantian setiap hari. Sehingga kan cepat rusak lantaran dipakai berlari setiap hari.

Sepatu terbaru yang dimilikinya adalah sepatu yang dia pakai saat berlomba di Australia setahun yang lalu. Itupun dibelikan oleh pengurus PAMI (Persatuan Atlet Master Indonesia).

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved