UMKM Enggan Ambil KUR Karena Tak Mau Ribet Urus Administrasi

Yulianti (40) menjadi salah satu pengrajin UMKM yang enggan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR).

UMKM Enggan Ambil KUR Karena Tak Mau Ribet Urus Administrasi
bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
Sosialisasi KUR di Soll Marina 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengusaha mikro "Empyang Raya", Yulianti (40) menjadi salah satu pengrajin UMKM yang enggan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR).

Meski ditemui bangkapos.com saat menjadi peserta Sosialisasi KUR, Selasa (17/10) di Soll Marina, namun warga Pancur ini tetap tak berminat meminjam dari KUR yang disediakan pemerintah.

Keengganan Yulianti ini bukan tanpa alasan, sebab dirinya pernah berpengalaman mengajukan KUR di sebuah perbankan. Namun tanpa penjelasan, permohonan KUR yang diajukannya ditolak.

"Waktu itu saya nunggu seminggu, terus berkas saya dikembalikan. Alasannya gak ada, cuma waktu itu dibilang "belum bisa sekarang". Mending saya pakai modal sendiri lah, dak de resiko,"ujar wanita yang memproduksi empyang ikan 6kg-12kg per bulannya ini.

Sebaliknya, warga Air Itam Zulaika (34) mengaku tengah meminjam dana KUR untuk kedua kalinya. Pengrajin makanan kue lapis susu merk Zulaika ini meminjam KUR untuk modal usahanya.

"2013 dulu kami pinjam untuk modal awal. Udah kedua kalinya ambil KUR di BRI. Administrasinya gak susah, waktu tu nyerahin berkas jam 09.00 WIB, jam 13.00 udah dapat pinjamannya. Satu hari langsung kelar,"kenang wanita yang sempat meminjam dana KUR mikro senilai Rp.25 juta ini.

Dikatakan Zulaika persyaratan administrasi yang diurus pun tak sulit seperti menyertakan KTP, kartu keluarga dan survey dari bank. Ia pun menjaminkan sertifikat rumahnya kepada bank. Namun Zulaika mengaku tak khawatir resiko menjamin rumahnya karena yakin mampu membayar cicilan tepat waktu berserta bunga sebesar 9 persen per tahun.

"Kita enggak takut karena kita bayarnya lancar. Gak mungkin juga disita karena pasti ada masa tenggang diberi waktu untuk melunasi. Selain itu kalau ngelanjut pinjam KUR lagi juga gak ribet karena administrasinya pakai yang kemarin," terang wanita yang menjual kue lapis susunya 50-100 cup dalam sehari ini.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved