Breaking News:

Pujangga Sanga Ilmu Maling Tempo Dulu, Beraksi Kalau Roh Pelindung Kampung Sedang Asyik Bercinta

Dengan metode pujangga sanga ia bisa menentukan desa mana yang paling menguntungkan sebagai tempat eksekusi pencurian.

Editor: fitriadi
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Saat beraksi, pencuri zaman sekarang beda dengan tempo dulu.

Jika sekarang aksi pencurian tak kenal waktu, para maling zaman dahulu memilih waktu tertentu untuk menyatroni sasarannya.

Bahkan, cara perhitungan yang paling sederhana pun sudah cukup rumit bagi orang awam.

Misalnya saja metode pujangga sanga yang biasa dipakai oleh para mating tengahan.

Jika seorang pencuri merencanakan melakukan pencurian pada suatu hari tertentu, maka dengan metode pujangga sanga ia bisa menentukan desa mana yang paling menguntungkan sebagai tempat pelaksanaan rencananya itu.

Sebagaimana diketahui, selain mengenal hari-hari menurut kalender biasa, yakni hari-hari Senin, Selasa dan seterusnya, orang Jawa juga mengenal hari-hari menurut kalender Jawa, yang disebut hari-hari pasaran, yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage.

Baca: Hebohnya Menonton Film di Bioskop Tempo Doeloe, dari Rebutan Kertas Iklan Hingga Kacang Arab

Menurut primbon, masing-masing hari memiliki nilai tertentu: Senin nilainya 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9 dan Minggu 5.

Hari-hari pasaran juga mempunyai nilai tersendiri: Kliwon 8, Legi 5, Pahing 9, Pon 7 dan Wage 4.

Di samping angka-angka nilai dari hari, metode peramalan pujangga sanga juga didasarkan atas nomor urut letak huruf-huruf dalam abjad Jawa, abjad ha na ca ra ka.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved