Kulat Pelawan Jadi Barang Langka, Warga Tetap Memburunya

Meskipun saat ini menjadi barang langka, kulat (jamur) pelawan masih dicari-cari dan diburu warga.

Kulat Pelawan Jadi Barang Langka, Warga Tetap Memburunya
Kulat (jamur) pelawan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Meskipun saat ini menjadi barang langka, kulat (jamur) pelawan masih dicari-cari dan diburu warga.

Tidak sedikit warga yang bertanya dimana ada kulat pelawan yang dijual.

Warga Sungailiat Tomi mengatakan, kulat pelawan adalah kulat nomor satu di Pulau Bangka. Tapi meskipun dianggap sebagai kulat nomor satu dan dibanggakan, kini barangnya susah dicari.

Meskipun seperti barang langka, tapi banyak warga memburunya.

"Tidak seperti lima atau sepuluh tahun yang lalu, kulat ini bisa dinikmati semua kalangan, karena populasi kulat masih mudah ditemukan di hutan yang ada batang pelawannya," ujar Tomi kepada bangkapos.com, Minggu (22/10).

Seorang ibu rumah tangga, Yanda menuturkan, harga kulat pelawan bisa mahal mencapai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta perkilo, kenapa tidak.

"Ya ngape dak (kenapa tidak), masih murah kalau dihargai Rp 1,3 juta sekilo, kemarin ada yang cari berani beli Rp 1,5 juta sekilo. Sampai sekarang orang masih banyak memburu kulat pelawan ke warga-warga yang biasa mencari di hutan, tapi barang nggak ada, orang yang mau beli kulat pelawan, saya lihat bawa mobil bagus-bagus, mereka menawar sampai Rp 1,5 juta, yang penting ada barangnya, tapi barang gak ada, mau ngapain lagi," kisah Yanda.

Menurut Yanda, orang yang mencari dan mau beli kulat pelawan selalu bilang, mau beli kulat pelawan, untuk di bawa ke Jakarta, untuk oleh-oleh.

Yanda dulu juga sebagai pencari dan penjual kulat pelawan, tapi saat ini tidak, karena sulit menemukannya, sebab hutan pelawan sudah banyak habis, kayunya banyak ditebangi untuk kayu bakar.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved