Awas Investasi Bodong, BEI-OJK Gelar Indonesia Investment Festival

Staf OJK Sumbagsel Andes Novytasary mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan mempelajari jenis investasi sebelum menanamkan dana.

Awas Investasi Bodong, BEI-OJK Gelar Indonesia Investment Festival
Bangka Pos/Jovanka
Staf Ahli bidang Keuangan Ekonomi dan Pembangunan Walikota Pangkalpinang Sarbini memukul gong tanda dibukanya kegiatan Indonesia Investment Festival 2017 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bangka Trade Center, Pangkalpinang, Sabtu (21/10). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Staf Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional VII Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Andes Novytasary, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan mempelajari jenis investasi sebelum menanamkan dana. Tujuannya agar tidak terjebak investasi bodong.

Hal itu disampaikan Novy, sapaan akrab Andes Novytasary, dalam kegiatan Indonesia Investment Festival 2017 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bangka Trade Center, Pangkalpinang, Sabtu (21/10).

Novy menganalogikan pasar modal seperti pasar umumnya. Namun, yang dibeli dalam pasar modal adalah saham, reksa dana, dan obligasi.

"Rp 100.000 bisa buka saham dan beli reksa dana. Caranya cukup datang ke bank atau perusahaan sekuritas. Buka tabungannya seperti tabungan biasa. Perusahaan sekuritas di sini baru ada dua, yaitu Indo Premier Sekuritas dan Philips Sekuritas," kata Novy.

Menurutnya, berbicara mengenai pasar modal pasti banyak menyinggung perihal investasi.

Otoritas Jasa Keuangan adalah pengawas investasi di pasar modal, perbankan, dan perusahaan non-perbankan.

Novy pun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Jangan sampai terjebak investasi bodong.

Investasi ilegal alias bodong memiliki beberapa ciri, di antaranya adanya kewajiban anggota mengajak banyak orang untuk bergabung.

Contohnya, calon investor memberikan modal tertentu kemudian mendapat sejumlah uang tertentu dengan syarat mencari anggota baru.

Ciri yang kedua, kata Novy, perusahaan bukan menjanjikan prodak yang dijual tetapi bentuk kesuksesan menjual. Misalnya, calon investor dijanjikan mendapat kelipatan 300 persen dari modal yang diberikan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved