Erzaldi Ajak Petani Tanam Singkong

Erzaldi disambut langsung Owner PT Sinar Bangka Prima Irwan Sjaichudin dan Kuasa Direksi PT Sinar Bangka Prima Wendy Setiadi

Erzaldi Ajak Petani Tanam Singkong
bangkapos.com/Nurhayati
Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan bersama Pengusaha Hendry Lie dan Kapolda Babel Brigjen Syaiful Zachri dengan ketika meninjau pabrik tapioka terbesar dan termodern milik PT Sinar Bangka Prima (SBP), Senin (23/10/2017) di Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan bersama Pengusaha Hendry Lie dan Kapolda Babel Brigjen Syaiful Zachri dengan menggunakan helikopter mengunjungi pabrik tapioka terbesar dan termodern milik PT Sinar Bangka Prima (SBP), Senin (23/10/2017) di Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

Baca: Pabrik Tapioka PT SBP Tanamkan Investasi Rp 250 Miliar

Erzaldi disambut langsung Owner PT Sinar Bangka Prima Irwan Sjaichudin dan Kuasa Direksi PT Sinar Bangka Prima Wendy Setiadi untuk melihat kondisi pabrik yang sedang dalam tahap finishing hingga ke kolam pengelolaan limbah.

"Kita kesini diundang pihak pabrik. Yang pertama saya melihat apakah pabrik ini sudah siap atau belum, kedua persoalan paling fundamental kembali adalah sistem limbah. Saya mau melihat sistem pengelolaan limbahnya bagaimana. Tadi saya tanya amdalnya sudah belum, katanya sedang berjalan, artinya kalau sedang berjalan ada revisi-revisi kalau tidak ada kesesuaian. Kita patut berbanggalah bahwa pabrik seperti ini hanya ada dua di dunia dengan kapasitas seperti ini," puji Erzaldi kepada Bangkapos.com.

Dikatakannya, seperti yang disampaikan pihak owner pabrik tapioka ini tidak menjadi produk akhir tetapi bisa menjadi komoditi ikutan. Dengan demikian bisa menarik investor lain untuk berinvestasi lagi ke Bangka.

Ezaldi bersama pihak perusahaan ingin mengundang para petani untuk mensosialisasikan keberadaan pabrik tapioka PT Sinar Baturusa Prima ini agar semangat menanam singkong.

Diakuinya para petani sudah patah arang untuk menanam singkong karena beberapa pabrik tidak mampu mengelola. "Untuk meyakinkan para petani agar tetap menanam singkong, maka pabrik ini kita pertontonkan kepada mereka karena saya yakin mereka belum pernah melihat pabrik yang secanggih ini. Saya mensupport dan ikut mempertanggungjawabkan ketika saya meminta petani untuk menanam singkong," tegas Erzaldi.

Menurutnya, petani bukan tidak mau menanam singkong tetapi takut hasilnya tidak dibeli oleh pabrik.

Oleh karena itu ia minta pihak pabrik membuat pernyataan bahwa singkong petani akan dibeli dengan harga yang sesuai.

"Nanti akan kita sampaikan kepada petani saya menyaksikan. Artinya saya jaminannya. Saya menjamin jangan sampai nanti pabrik yang orang sudah investasi besar seperti ini bahan baku kurang kita semua rugi," ungkap mantan Bupati Bangka Tengah ini.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved