Senin, 13 April 2026

Pabrik Tapioka PT SBP Tanamkan Investasi Rp 250 Miliar

Kuasa Direksi Wendy Setiadi, mengatakan, luas lahan yang dimiliki PT Sinar Baturusa Prima seluas 90 hektar.

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
bangkapos.com/Nurhayati
Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan bersama Pengusaha Hendry Lie dan Kapolda Babel Brigjen Syaiful Zachri dengan ketika meninjau pabrik tapioka terbesar dan termodern milik PT Sinar Bangka Prima (SBP), Senin (23/10/2017) di Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kuasa Direksi Wendy Setiadi, mengatakan, luas lahan yang dimiliki PT Sinar Bangka Prima seluas 90 hektar.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik ini sudah dilakukan pada Desember 2015 lalu dengan nilai investasi Rp 250 milyar. Rencananya pabrik ini akan beroperasi Desember 2017 nanti.

Pihaknya sudah merencanakan pembangunan pabrik dengan matang termasuk membangun 10 kolam untuk areal pengolahan limbah dengan total seluas 10 hektar guna menampung biogas.

"Pembangunan pabrik ini sudah di atas 90 persen. Jadi kita masih menunggu satu unit mesin ya mudah-mudahan awal Desember sudah masuk. Untuk menginstal mesin itu kurang lebih butuh waktu dua minggu. Kita harapkan akhir Desember sudah running test. Saat ini kita sudah melakukan tes mesin tetapi tidak secara keseluruhan baru unit perunit mesin," jelas Wendy.

Desain pabrik ini sudah disiapkan untuk meningkatkan kapasitas jika nanti pabrik sudah beroperasi guna menampung hasil panen singkong para petani.

Untuk itu pihaknya membutuhkan bahan baku singkong sebanyak 1.000 ton per hari.
"Untuk saat ini sesuai hasil survei dari tim kita mungkin belum bisa memenuhi kapasitas pabrik. Harapan kita dari masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggalakkan petani untuk menanam singkong," harap Wendy.

Ia memastikan kepada para petani agar tidak khawatir panen singkongnya tidak tertampung karena desain pabrik ini bisa meningkatkan kapasitas produksi.

Bahkan pihak pabrik sudah memiliki komitmen minimal pembelian singkong para petani sebesar Rp 750 hingga Rp 800 per kg. Setelah itu akan disesuaikan dengan harga pasaran. "Jika harga pasar lebih dari itu kita menyesuaikan, ini harga terendah," kata Wendy.

Sedangkan untuk pemasaran pihaknya sudah memiliki jalur karena sudah berkecimpung di bidang produksi tepung tapioka sejak tahun 1993. Saat ini ada dua pabrik tapioka PT Sinar Baturusa Prima ada di Lampung.

Mengenai sumber daya manusia yang terserap di sektor tenaga kerja untuk bidang produksi saja menurutnya, membutuhkan sebanyak 150 orang.

Namun diakui Wendy yang paling banyak tenaga kerja yang dibutuhkan adalah menyiapkan bahan baku singkong dikebun karena untuk kapasitas produksi tapioka membutuhkan sekitar 10 hektar lahan perkebunan singkong per tahun.

Sementara itu untuk mengantisipasi limbah bau, sistem pengolahan limbah memerlukan areal luas untuk membuat kolam penampungan limbah. Dengan demikian ada proses treatment limbah.

"Untuk bau di kolam biogas berasal dari gas metan jadi untuk kolam limbah gas akan ditutup sehingga gas metan tidak keluar
yang akan ditampung untuk bahan bakar proses pabrik," jelas Wendy.

Pabrik tapioka ini cukup jauh dari pemukiman warga yang dikelilingi dengan perkebunan singkong, lada, karet dan hutan.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved