Buaya Kembaran Manusia Kembali Bikin Heboh, Setelah Viral Begini Kabar Terakhirnya

Buaya Kembaran Manusia Kembali Bikin Heboh, Setelah Viral Begini Kabar Terakhirnya. Lihat videonya, buaya itu sekarang sudah besar

Buaya Kembaran Manusia Kembali Bikin Heboh, Setelah Viral Begini Kabar Terakhirnya
facebook/repro Pos Belitung
Buaya yang diakui sebagai kembaran manusia 

BANGKAPOS.COM - Masih ingat buaya yang dianggap sebagai kembaran manusia?

Buaya itu diasuh oleh satu keluarga di Desa Simpang Tuan, Kecamatan Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Berita mengenai buaya kembaran manusia ini tercatat beberapa kali bikin heboh publik.

//

Tahun 2008, buaya bernama Nurhasanah ini sempat bikin geger warga lantaran dinikahkan secara gaib dengan pria berwujud ular.

Kemudian tahun 2012 video warga Malaysia yang mengunjungi buaya tersebut juga bikin heboh.

//

Tahun ini nama Nurhasanah juga kembali muncul di media sosial facebook.

Salah postingan yang populer muncul pada 19 Mei 2017 dari akun facebook bernama Uky449MuslimCyber.

Postingan tersebut jadi viral dan hingga kini sudah 18.072 Kali Dibagikan dan 1,2 juta kali ditonton.

Kabar terakhir kondisi buaya Nurhasanah diperoleh dari Nasrullah Anas.

Dalam satu postingannya, Nasrullah Anas memosting 8 foto pada 7 Oktober 2017 pukul 12:01 .

Dalam foto tersebut ia menulis:
"Siang all...., Sirahturahmi ke tempat Nurhasanah, kembaran buaya dg manusia...,"

Penjelasan MUI

Berita mengenai buaya Nurhasanah sebelumnya telah dilansir oleh Antaranews.com, Kamis, 17 Januari 2008 19:20 WIB.

Dalam berita tersebut disebutkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi, Prof Dr Sulaiman Abdullah, memberikan keterangannya terkait pernikahan Nurhasanah.

Sulaiman menegaskan bahwa pernikahan gaib dua binatang, yakni buaya dan ular, yang diakui jelmaan anak manusia di Desa Simpang Tuan,  sangat menyesatkan.

Masyarakat pun diimbau tidak mempercayai hal tersebut.

"Rencana pesta resepsi pernikahan yang akan digelar oleh Muhammad Aini yang mengakui buaya anak kandungnya dengan seekor ular tanpa wujud pada Jumat (18/1/2008) itu tidak perlu dipercayai, karena itu perbuatan sirik, serta menyesatkan," kata mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Thaha Jambi itu, Kamis.

Ia juga mendukung Musyawarah Pimpinan Kampung (Muspika) setempat yang melarang rencana pernikahan tersebut

Sebab diketahui Muhamad Aini dan istrinya, Siti Asma, sudah menyebarkan undangan dan menyiapkan segala sesuatu untuk acara perhelatan resepsi cukup menghebohkan tersebut.

Rencana resepsi pernikahan secara gaib dua binatang itu cukup menarik perhatian warga, karena disiarkan media setempat.

Timbulnya cerita mistik itu bermula dari pengakuan Muhammad Aini yang menyatakan bahwa buaya berjenis kelamin betina yang diberi nama Nurhasanah itu adalah anaknya yang lahir dari rahim istrinya secara gaib tujuh tahun lalu.

Di pertengahan tahun 1991, Asma yang tengah hamil tua mengalami pendarahaan, seperti orang melahirkan, namun tidak ada bayi yang dilahirkan, baru tiga hari kemudian seorang anak laki-laki diberi nama Masroni keluar dari rahimnya, dan diakui sebagai kembaran buaya tersebut.

Seiring perjalanan waktu buaya itu tetap dipelihara, seperti penuturan Aini, karena dianggap sebagai anak kandung, dan lewat mulut seorang wanita kesurupan di daerah itu, memintanya bersama istri menyiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan dan pesta resepsi Nurhasanah dengan ular jantan yang bernama Basid bin Muhammad.

Basid dalam wujudnya sebagai ular jantan tidak dalam bentuk nyata, namun secara gaib disebutkan berasal dari Kalimantan, pernikahan pun sudah berlangsung pada Senin (14/1) secara gaib pula, sementara pada Jumat (18/1) tinggal acara resepsi.

Pesta pernikahan nanti, pengantin wanita seekor buaya betina itu akan duduk di pelaminan sendirian, karena mempelai laki-laki berwujud ular gaib.

Kendati sudah dilarang oleh Muspika setempat, Muhammad Aini dan istrinya bertekad tetap menyelenggrakan pesta tersebut, karena segala sesuatu termasuk pelaminan dan undangan pada warga setempat sudah diedarkan. (*)

Editor: teddymalaka
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved