Gara-gara Chat Foto Vulgar, Gadis SMA Belitung Jadi Budak Seks

Ibarat tikus sudah dapat susu masih minta keju itulah kelakuan para pelaku ini, gadis pelajar SMA harus melayani nafsu bejat temannya

Gara-gara Chat Foto Vulgar, Gadis SMA Belitung Jadi Budak Seks
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sungguh malang nasib gadis pelajar SMA di Kecamatan Membalong  Kabupaten Belitung ini dimana dirinya harus melayani nafsu bejat temannya di facebook karena diancam foto-foto serta video dirinya akan disebarkan di jejaringan media sosial.

Adalah korban tersebut bernama MS (17) gadis remaja yang berdiam di salah satu desa di Kecamatan Membalong, atas perbutan ketiga pria hidung belang tersebut pihak keluarga korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Membalong Senin (23/10/2017).

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan bukti chat di HP milik korban dengan para pelaku akhirnya anggota Polsek Membalong berhasil menciduk ketiga pelakunya yang masih berdomisili di Kecamatan Membalong.

Pelaku pertama adalah MF (30) warga trans Karang asem, pelaku kedua TO (20) warga trans rejosari dan PY (19) warga trans rejosari yang diduga kuat menyebarkan foto foto vulgar korban yang membuat gembar ini.

Pemerkosa
Pemerkosa ()

Menurut keterangan korban dirinya berkenalan dengan ketiga pria ini lewat media facebook sekitar bulan agustus 2017, dari obrolan chat tersebut para pelaku merayu korban untuk mengirimkan foto foto vulgar dengan iming imingkan akan dipinjamkan uang.

Tidak itu saja para pelaku dengan waktu dan tempat terpisah juga mengajak korban ketempat sepi agar korban mau melayani nafsu mereka kalau tidak foto foto korban akan disebar ke orang lain.

Dimana untuk tersangka MF berhasil melakukan aksi bejatnya sebanyak 4 kali, kemudian pelaku PY sebanyak 2 kali, namun pelaku TO tidak berhasil meniduri korban karena korban tidak mau lagi mengikuti kemauan mereka.

Apalagi salah satu pelaku bernama PY ini sempat pula membuat video dengan mengunakan HP merekam adengan korban melayani sang pelaku dan video ini juga dijadikan alat untuk mengancam korban disamping foto vulgar korban yang telah ada.

Ibarat tikus sudah dapat susu masih minta keju itulah kelakuan para pelaku ini,dimana mereka terus mengancam korban agar tetap melayani nafsu mereka namun korban tidak mau lagi dan karena korban tidak mau lagi maka para pelakupun menyebarkan foto korban ke dunia maya.

Beredarnya foto dan video korban ini membuat heboh dan menjadi pembicaraan di kalangan warga Kecamatan Membalong hal tersebut membuat korban tidak masuk sekolah kembali karena menjadi malu karena fhoto nya tersebar sampai kesekolah juga.

“Para pelaku sudah kita amankan dan akan kita proses dan mereka yang mengakui menyebarkan foto ke orang lain“ ujar Kapolsek Membalong Iptu Sugraito saat memberi keterangan ke awak tribratanewsbelitung.com

“Untuk sementara mereka penahanya kita pindahkan ke Polres Belitung guna mempermudah dan kelancaran proses penyidikan” lanjut Iptu Sugraito menyelaskan perkembangan kasus tersebut.

Selanjutnya menurut Iptu Sugraito pihak Reskrim Polsek Membalong akan bekerjasama deng pihak Reskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Belitung dalam memproses kasus ini yang mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan itu

Proses hukum berat dan panjang akan menanti para pelaku atas perbuatanya ,beberapa peraturan dan perundangkan akan kemungkinan bisa menjerat dan disangkakan kepada mereka bertiga ini.

Antara lain UU NO.11 TAHUN 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik (ITE) kemudian UU NO.44 TAHUN 2008  tentang Pornografi serta UU NO.17 TAHUN 2016 tentang perlindungan anak.(tribatanewsbelitung.com)

Penulis: teddymalaka
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved