Inilah Keuntungan Petani Simpan Lada di Resi Gudang

Sekarang ini sudah ada 14 komoditi yang dapat dijadikan agunan untuk pembiayaan di perbankan yakni

Inilah Keuntungan Petani Simpan Lada di Resi Gudang
bangkapos.com
TANAMAN LADA - Perkebunan lada di kawasan Desa Cambai, Bangka Tengah, Selasa (21/3/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Pengawasan Resi Gudang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sukardi menjelaskan bahwa Bappebti berada dibawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Menurutnya pengelolaan SRG diawasi oleh Bappebti dimana penerapan SRG ini telah disahkan oleh negara melalui undang-undang Nomor 9 Tahun 2006 tentang resi gudang yang telah diamandemenkan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2011.

SRG dilahirkan dengan misi utama untuk meningkatkan kualitas komoditi dan yang terpenting meningkatkan penghasilan kesejahteraan petani.

Sistem ini mendorong petani untuk lebih profesional sehingga dapat menghasilkan komoditi terbaik dan berkualitas ekspor.

"Bagi para pelaku usaha sektor agrobisnis dan agroindustri adanya sistem resi gudang ini akan memberikan kemudahan dampak memperoleh komoditi yang berkualitas karena komoditi yang disimpan di gudang SRG telah melalui uji mutu yang dilakukan oleh lembaga yang disebut lembaga penilai kesesuaian," jelas Sukardi saat sosialisasi Sistem Resi Gudang yang dilaksanakan oleh Pemprov Babel, Selasa (24/10/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Diakuinya keuntungan dengan adanya sistem resi gudang ini akan terbuka peluang bagi petani, pertama untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik dengan cara menyimpan komoditi di gudang terlebih dahulu saat panen raya di mana harga umumnya rendah kemudian menjualnya ketika harga tinggi.

Kedua mendapatkan kepastian mutu dan jumlah karena tes uji mutu dilakukan oleh LPK yang telah terakreditasi.

Ketiga mendapatkan pinjaman dari bank untuk pembiayaan modal kerja pada musim tanam berikutnya dengan jaminan resi gudang tanpa agunan lainnya.

Keempat mempermudah jual beli komoditi siaran langsung maupun melalui pasar lelang karena tidak perlu membawa komoditinya sebagai contoh tapi cukup membawa resi.

Kelima mendorong petani untuk perusahaan secara berkelompok sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan posisi tawar petani.

Menurutnya, pelaksanaan sistem resi gudang yakni adanya instrumen pembiayaan dengan agunan barang yang disimpan di gudang.

"Resi gudang ini bukti kepemilikan atas barang yang telah disimpan di bank yang dibuat oleh pengelola gudang. Tanda terima ini bisa kita bawa ke bank untuk meminjam uang. Pembiayaannya cepat satu hari bisa cair," kata Sukardi.

Bahkan barang yang disimpan di resi gudang bisa dijual di pasar lelang online yang penyelenggara oleh PT Pos Indonesia.

"Sekarang ini sudah ada 14 komoditi yang dapat dijadikan agunan untuk pembiayaan di perbankan yakni gabah, jagung, beras, kopi, karet, lada, kakao, rumput laut, garam, teh, kacang kedelai, gula pasir, gambir dan timah. Bahkan dari menteri kelautan minta ikan bisa juga untuk resi gudang jika tangkapan nelayan bisa disimpan di cool storage," ungkap Sukardi.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved