Pelanggan Listrik Industri Babel Tumbuh 44 Persen, Terbesar di Indonesia

Di lain sisi PLN berencana membangun kabel bawah laut yang menghubungkan pulau Bangka dengan Sumatera Selatan

Pelanggan Listrik Industri Babel Tumbuh 44 Persen, Terbesar di Indonesia
Istimewa
Ilustrasi petugas melakukan pemeriksaan gardu PLN. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusaidah

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelanggan listrik tarif Industri di Provinsi Bangka Belitung terbesar se-Indonesia.

Pada bulan September ini pertumbuhan mencapai 44,18 persen dibanding tahun sebelumnya (YoY).

Pertumbuhan ini merupakan yang terbaik dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Sebelumnya, pada September 2014 pertumbuhan pelanggan industri hanya tumbuh 4,89%.

Berangsur meningkat pada tahun 2015 sebesar 11,60%, 2016 sebesar 38,52%, dan puncaknya di tahun 2017 ini.

Tren positif ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, adanya pembukaan industri-industri baru seperti tapioka, smelter, dan lain sebagainya.

Kedua adalah munculnya dorongan dari para pelaku industri untuk melakukan efisiensi biaya produksi pada sisi tenaga listrik sehingga banyak pelaku usaha yang mengalihkan sumber listriknya dari sebelumnya menggunakan genset sendiri (captive power) menjadi pelanggan PLN.

"Kami perkirakan tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun, mengingat adanya dorongan dari para pelaku industri untuk beralih dari captive power menjadi pelanggan PLN," ujar General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung, Susiana Mutia.

Lebih dari itu, pertumbuhan signifikan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, khususnya Gubernur dalam membantu menyelesaikan proyek-proyek ketenagalistrikan dan mengundang berbagai investor untuk bersama-sama membangun industrik di Babel.

"Kami berterimakasih kepada Gubernur atas dukungan yang luar biasa diberikan kepada kami, sehingga proyek-proyek ketenagalistrikan PLN baik dalam rangka penguatan keandalan pasokan maupun penambahan kapasitas daya mampu dapat berjalan dengan lancar," papar Susiana.

Di lain sisi PLN berencana membangun kabel bawah laut yang menghubungkan pulau Bangka dengan Sumatera Selatan.

Saat ini sudah pada tahap finalisasi kajian.

Kabel laut ini nantinya untuk melakukan ekspor-impor listrik dengan kapasitas daya mencapai 400 MW. Sehingga Bangka akan menjadi satu kesatuan sistem kelistrikan dengan Sumatera. (*)

Penulis: tidakada014
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved