Di Indonesia Cukai Rokok Naik 10,4 Persen, di Malaysia Sebungkusnya Rp 160 Ribu

Harganya RM50 per bungkus, atau jika di-rupiahkan berkisar Rp. 160.000 per bungkus. Mahal ya?...

Di Indonesia Cukai Rokok Naik 10,4 Persen, di Malaysia Sebungkusnya Rp 160 Ribu
kontan.co.id
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, KUALA LUMPUR -- Rencana pemerintah Indonesia menaikan cukai hasil tembakau mulai mendapat respon dari sejumlah pihak. Ada yang pro ada yang kontra terhadap kebijakan tersebut.

Jikapun kenaikan 10,4 persen diberlakukan, harga rokok di Indonesia diperkirakan ikut naik.

Sejauh ini harga rokok di Indonesia berkisar Rp 10.000-25.000 per bungkusnya. Jika pun naik 10,4 persen, anda tentunya bisa memperkirakan seberapa jauh kenaikan tersebut.

Terkait kenaikan cukai rokok/ harga rokok, ternyata negeri tetangga juga menaikan harga rokoknya.

Bahkan di Malaysia, sedang diusulkan kenaikan harga rokok yang cukup fantastis. Harganya RM50 per bungkus, atau jika di-rupiahkan berkisar Rp. 160.000 per bungkus. Mahal ya?....

Dikutip dari malaysiakini, Dewan Pemuda Malaysia (MBM) hari ini mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan harga rokok hingga RM50 per kotak dalam Anggaran 2018 yang dijadwalkan untuk diajukan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak pada hari Jumat.

Sekjen MBM Ahmad Saparudin Yusuf mengutip portal Utusan Malaysia yang mengatakan proposalnya adalah untuk membantu mencegah gejala terkait obat yang melibatkan remaja dan remaja.

Dia mengatakan, usulan kenaikan harga membuat rokok yang mahal dan murah akan menyebabkan remaja dan remaja merasa sulit.

"Jadi, jika harga rokok dinaikkan menjadi RM50, sebagai langkah awal, orang akan berpikir berapa kali untuk membeli karena harganya mahal," katanya.

Selain itu, Ahmad Saparudin mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman dan diskusi dengan berbagai pihak termasuk LSM non-pemerintah (LSM) terkait narkoba, anak terinfeksi HIV dan virus HIV, rokok menjadi dasar masalahnya.

Hal ini juga dikatakan sebagai penyebab beberapa masalah kesehatan.

Saat ini, harga rokok tertinggi yang terjual adalah RM17 per paket dan mungkin ada kenaikan paket RM21.50 per paket, setelah Anggaran.

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr S Subramaniam mengatakan pada bulan Juni bahwa Malaysia bertujuan untuk mengurangi jumlah perokok menjadi 15 persen pada tahun 2025 dan kurang dari lima persen pada tahun 2045, sejalan dengan target membuat negara bebas dari asap rokok.

Penulis: teddymalaka
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved