Gadis Ini Tertidur Lelap 13 Hari Bisa Jadi Karena Kelainan Gen atau Digigit Lalat Penghisap Darah

dr Lily Runtuwene mengatakan sindrom putri tidur yang dialami Echa bisa terjadi karena mutasi gen dan itu adalah penyakit bawaan.

Gadis Ini Tertidur Lelap 13 Hari Bisa Jadi Karena Kelainan Gen atau Digigit Lalat Penghisap Darah
Kolase/Intisari Online/Banjarmasin.co.id
Dokter ahli saraf, Lily Runtuwene (kiri) dan Echa gadis asal Banjarmasin yang mengalami sindrom putri tidur (kanan) 

“Oleh sebab itu, bagi ibu hamil harus sangat berhati-hati, terutama sekali ketika usia kehamilan nol hingga tiga bulan saat janin masih dalam proses pembentukan,” urainya.

undefined
Dokter ahli saraf, Lily Runtuwene (Kiri) menjelaskan tentang sindrom putri tidur yang dialami Ecah gadis asal Banjarmasin (kanan)

Penyebab lain dari mutasi gen adalah karena faktor luar seperti zat kimia dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi orangtuanya sehingga berpengaruh ke janin saat proses pembuahan.

Faktor lainnya bisa jadi karena gigitan lalat tsetse.

Tsetse, lalat penghisap darah
Tsetse, lalat penghisap darah ()

“Kasus gigitan lalat tsetse ini biasanya terjadi di Afrika. Lalatnya itu bisa mengisap darah korbannya, efek lanjutannya korban jadi tidur terus, menderita sindrom Kleine-Levin,” lanjutnya.

Terkait sindrom ini, karena kelainan bawaan lahir sehingga tak bisa disembuhkan, namun bisa diterapi dengan obat-obat khusus sehingga efek mengantuknya minimal bisa berkurang.

Karena adanya mutasi gen, biasanya hanya menimpa satu dari sekian banyak anak orangtuanya.

Baca: Ingat! Ini Deadline Registrasi Kartu SIM Prabayar Anda, Jika Lewat Siap-siap Diblokir

“Berbeda dengan kelainan keturunan, itu bisa jadi semua anak orangtuanya terkena, tetapi karena ini bawaan lahir jadi satu orang dia aja yang kena,” tuturnya.

Mutasi gen itu kemudian menyebabkan hormon neurokimia di otak terganggu.

Itu adalah semacam molekul organik yang terlibat dalam aktivitas sistem saraf.

“Efek lanjutannya adalah bisa mengganggu sistem fungsi tidur penderitanya,” tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Yayu Fathilal)

 
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved