Gay Predator Pengidap HIV Mengancam, Mengaku Sudah Kencani 100 Pria

Foto-foto yang di upload ataupun diposting ke media sosial Facebook tersebut diakui oleh pelaku untuk menarik lawan sesama jenis

Gay Predator Pengidap HIV Mengancam, Mengaku Sudah Kencani 100 Pria
FACEBOOK/Screenshoot

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK - Usai penangkapan seorang pria dengan inisial DHP, bisnis esek-esek ala gay perlahan terkuak.

Hasil penelusuran Tribun, tak hanya DHP yang berupaya menarik perhatian calon korban.

//

Ada akun lain yang juga melakukan aksi serupa DHP.

Meski tak sampai mengupload foto porno, isinya sangat mengkhawatirkan.

Akun dengan inisial R, misalnya. Secara terang-terangan mencari anak sekolah. Di dalamnya juga dituliskan syarat tertentu.

nntik malm ML yok
Umor aku 23 th
Aku carik gay yg budak ""SKOLAH SMP atau SMA"" yak dan tadak bencong gaye nye
Yg dkat2 daerah ayani 2,, sui raye same supadio PONTIANAK
Biar nyaman jempot e klu ndx ad motor
Usah yg jaoh, letih nak bolak balek ngantar jaoh2 agek

Postingan akun R.
Postingan akun R. (Facebook)

Sebelumnya, Ditkrimsus Polda Kalbar berhasil mengamankan seorang pria DHP, yang mengirim foto bugilnya dalam grup Facebook Gay Cina Pontianak.Jln Adi Sucipto, Selasa (26/09/2017).

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, pelaku inisial DHP telah mem-posting dan mengunggah foto yang menampilkan kesan ketelanjangan ke media sosial menggunakan akun pribadi miliknya.

"Pelaku DHP mengakui bahwa dirinya merupakan komunitas gay yang berada di Pontianak dan dirinya mengakui sebagai TOP atau sebutan untuk laki-laki yang bertindak sebagai wanita di kalangan komunitas Gay," katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu unit handphone samsung duos SM-B310E warna putih, satu unit handphone samsung SM-G532G/DS, tiga lembar screenshot akun facebook atas nama DAVI.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar, foto-foto yang di upload ataupun diposting ke media sosial Facebook tersebut diakui oleh pelaku untuk menarik lawan sesama jenis agar dapat berhubungan badan.

"Kehidupan sex bebas sesama jenis yang dilakukan oleh pelaku hingga saat ini mengakibatkan pelaku terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus atau yang lebih dikenal dengan HIV. Tidak hanya itu pelaku juga mengalami sakit TBC. Hal ini dikuatkan dengan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Penyidik dari Ditreskrimsus Polda Kalbar," ungkapnya.

Dengan diketahuinya kondisi kesehatan pelaku, penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar mengambil kebijakan bahwa terhadap pelaku tidak dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Kalbar.

Melainkan hanya melakukan wajib lapor setiap Senin dan Kamis.

"Kebijakan ini diberikan kepada pelaku dengan maksud agar pelaku dapat menjalani rawat jalan akibat dari penyakit yang diderita olehnya serta menjaga agar para tahanan yang saat ini berada di Rutan Mapolda Kalbar tidak ditularkan oleh penyakit yang di alami oleh pelaku," katanya.

Menurut AKBP Nanang Purnomo, pelaku merupakan predator karena selain sebagai pelaku upload foto yang menampilkan ketelanjangan atau kesan ketelanjangan di Media Sosial, juga mencari korban untuk menularkan penyakit HIV dan TBC yang dideritanya.

"Sebelum Penyidik dari Ditreskrimsus Polda Kalbar mengamankan pelaku, dirinya menerangkan bahwa telah berhubungan badan dengan sesama jenis lebih dari 100 orang," katanya.

DHP pun akan dijerat dengan pasal yang dilanggar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)

 
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved