Tingkatkan Kemampuan Anggota, BPBD Gelar Pelatihan Pendataan Pasca Bencana

Untuk meningkatkan kemampuan anggota SRC BPBD Kota Pangkalpinang juga mengelar pelatihan administrasi dalam hal pendataan pasca bencana.

Tingkatkan Kemampuan Anggota, BPBD Gelar Pelatihan Pendataan Pasca Bencana
bangkapos.com/Zulkodri
Pelatihan proses pendataan pasca bencana yang digelar oleh BPBD kota Pangkalpinang untuk menambah kemampuan anggota SRC BPBD dalam pendataan yang di gelar di Sun Hotel Pangkalpinang, Rabu (25/10/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Selain mengelar pelatihan fisik dan keterampilan di lapangan.

Untuk meningkatkan kemampuan anggota SRC BPBD Kota Pangkalpinang juga mengelar pelatihan administrasi dalam hal pendataan pasca bencana.

Sebanyak 25 anggota SRC BPBD mengikuti pelatihan ini, yang digelar di Sun Hotel City Pangkalpinang, Rabu (25/10/2017).

Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa mengatakan, petugas pendata (Surveyor) merupakan salah satu ujung tombak BPBD Kota Pangkalpinang yang berperan aktif dan ikut menentukan keberhasilan pencapaian visi misi BPBD Kota Pangkalpinang.

" Kita ketahui terkadang dalam pendataan jumlah korban dan kerusakan terkadang berbeda dan tidak valid. Padahal sesuai dengan moto petugas pendata (Surveyor) yaitu 4T (Tangkas, Terdepan, Tepat dan Terpercaya). Pelatihan peningkatan kapasitas petugas pendata pasca bencana berdasarkan UU no 24 tahun 2007 bahwa data yang benar, akurat, resmi dan tepat adalah data yang dikeluarkan oleh BPBD provinsi maupun kota/kabupaten dimana wilayah terjadinya bencana," ujarnya.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, pihaknya mencoba menyelaraskan, menyatukan persepsi dan visi diantara petugas SRC menjadi tenaga yang profesional dan handal dalam hal pendataan.

" Untuk sumber data bisa didapatkan dari data sekunder instansi, media maupun ormas. Dari data ini, kemudian diolah menjadi satu data, sehingga validitasnya terjamin. Jangan sampai terjadi perbedaan data, contohnya pas musibah banjir dI Beltim masih berbeda. Akibatnya masih ada masyarakat yang terkena dampak bencana tidak terdata. Data ini, sangat besar pengaruhnya dalam hal penyaluran bantuan sehingga harus benar-benar valid. kegiatan pelatihan ini, diharapkan akan meminimalisir kesalahan dalam pendataan" ucapnya.

Kedepannya lanjutnya, BPBD Kota Pangkalpinang akan membentuk Forum Data Penanggulangan Bencana, yang mana anggota dari forum tersebut akan melibatkan semua dinas yang terkait dalam penanggulangan pasca bencana.

"Anggotanya bisa dari Dinas Pekerjaan Umum, Perkim, Bappeda, Dukcapil dan Dinas Sosial. Kita harus mengetahui berapa luas jalan, jumlah rumah penduduk, jumlah jembatan yang ada, nantinya apabila terjadi bencana kita sudah dapat memprediksi besaran kerusakan pasca bencana ini. Misalnya di Kelurahan Rawa Bangun, jumlah rumahnya ada 750 rumah, jumlah jembatannya ada 10 dan yang lainnya, jadi kesiapan kita lebih terjamin lagi dalam penanggulangan pasca bencana ini dalam hal ini penyaluran bantuan ke masyarakatnya," ungkapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved