Begini Kondisi Echa Setelah Terbangun dari Tidur Panjang

Ahli saraf Dr Rimawati Tedjakusuma SpS RPSGT mengatakan, kemungkinan besar yang dialami Echa memang sindrom Kleine-Levin.

Kolase/Intisari Online/Banjarmasin.co.id
Dokter ahli saraf, Lily Runtuwene (kiri) dan Echa gadis asal Banjarmasin yang mengalami sindrom putri tidur (kanan) 

BANGKAPOS.COM - Suami-istri, Mulyadi dan Lili, setia menunggu dan memberi makan-minum buah hatinya Siti Raisa Miranda alias Echa (13), yang tertidur selama 13 hari.

Diduga, Echa menderita sindrom 'Putri Tidur'.

Dikutip Grid.ID dari Kompas.com, ahli saraf dan peneliti tidur Dr Rimawati Tedjakusuma SpS RPSGT mengatakan, kemungkinan besar yang dialami Echa memang sindrom Kleine-Levin.

//

Baca: Tertidur 13 Hari Gadis ABG Ini Tetap Makan dan Minum, tapi Ini yang Kemudian Terjadi

Dalam kurun waktu 1967 hingga 2004, hanya menimpa 186 orang di dunia.

Umumnya dialami perempuan.

Gejala paling terlihat dari orang dengan sindrom Klein Levine yang waktu tidurnya sangat lama.

Periode tidur bisa berlangsung selama hampir sebulan.

Baca: Gadis Ini Tertidur Lelap 13 Hari Bisa Jadi Karena Kelainan Gen atau Digigit Lalat Penghisap Darah

Penderita bisa bangun tiba-tiba untuk makan dan ekskresi namun akan tidur lagi. Di akhir masa tidur, lumrah terjadi insomia dalam waktu singkat.

“Di hari yang ketiga belas, Sabtu (21/10) sekitar pukul 09.00 Wita, anak kami, Echa, terbangun dari tidur panjangnya,” kata Mulyadi, Sabtu (21/10/2017) malam.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved