Mardeni Gemetar Saat Pisau Menempel di Leher, Mile Ngaku Lupa

Leher saya ditempeli pisau, saya berusaha menepis, loncat dan lari ke tebing. Saat itu tubuh saya gemetar

Mardeni Gemetar Saat Pisau Menempel di Leher, Mile Ngaku Lupa
Bangkapos/Fery Laskari
Saksi Mardeni, kaus abu-abu, posisi tangan bersandar di kursi, memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim PN Sungailiat, Selasa (31/10/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mardeni mengaku gemetar saat lehernya ditempeli pisau oleh satu dari sekelompok orang bersenjata tajam.

Dia berusaha menepis agar senjata tajam itu tak melukainya, kemudian berlari menjauh.

Insiden itu terjadi Tahun 2015 silam, yang kemudian diceritakan kembali oleh Mardeni di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka, Selasa (31/10/2017).

"Leher saya ditempeli  pisau, saya berusaha menepis, loncat dan lari ke tebing. Saat itu tubuh saya gemetar," kata Mardeni si pekerja tambang timah (TI), korban penyerangan sekelompok orang dalam perkara Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, Selasa (31/10/2017) di PN Sungailiat.

Di hadapan hakim di ruang sidang, Mardeni mengaku insiden tersebut, terjadi Januari 2015 silam di Kolong Buaya Rambak Jeliti Sungailiat Bangka.

Mardeni dan puluhan pekerja tambang lainnya bekerja di masing-masing ponton TI yang yang jumlahnya sekitar 15 unit.

Tiba-tiba sekelompok orang, termasuk Terdakwa Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima, datang.

Sekelompok orang bersenjata sajam dan kayu tersebut minta Mardeni dan penambang lainnya di Kolong Buaya menghentikan aktifitas.

Sekelompok orang ini juga mencari Caca, yang disebut-sebut sebagai pemilik lahan Kolong Buaya yang dimaksud.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved