Angka Penderita Tulang Belakang yang Terbelah di Babel Tinggi, Ini Gejalanya

Ini saya yang agak heran, belum setahun saya disini operasi Spina Bifida ini kalau dilihat sepintas tinggi, karena hampir ada

Angka Penderita Tulang Belakang yang Terbelah di Babel Tinggi, Ini Gejalanya
Bangka Pos/Krisyanidayati
Dr David Tendean SpBS dari Departemen Bedah Saraf RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dokter Spesialis Bedah Saraf dari Departemen Bedah Saraf RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedoketran Universitas Indonesia, Dr David Tandian, SpBS (K) mengatakan angka pasien Spina Bifida di tergolong tinggi berdasarkan pengamatannya dalam setahun terakhir.

"Ini saya yang agak heran, belum setahun saya disini operasi Spina Bifida ini kalau dilihat sepintas tinggi, karena hampir ada 10, di RSCM itu dalam setahun enggak sampai 10," katanya saat audiensi bersama wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, Rabu (1/11).

Ia menjelaskan Spina Bifida merupakan tulang belakang yang terbelah, kelainan yang terjadi pada tulang belakang dimana sum-sum tulang belakang tidak terbentuk sempurna.

"Manifestasi klinis pertama yang akan timbul pada pasien ini adalah benjolan dibagian tengah punggung bayi yang berwarna kemerahan dan terkesan basah kenyal dan berwarna kulit.

Ia mengatakan dari beberapa pasien yang ditanganinya selama di RSUP, umumnya penderita ini masih dalam kandungan, hal ini lantaran ibu hamilnya kekurangan asam folat.

"Saya agak aneh, beberapa yang saya tangani kelainan tumor bawaan dan ini berat-berat semua, ada juga kelaianan bayi yang sejak lahir itu spinida sampai 10 orang, ini kemungkinan ada faktor lingkungan atau kekurangan asam folat dalam kandungan sewaktu hamil," katanya.

Dijelaskannya, bila dilihat dari kulit yang menutupi benjolan spina bifida ada dua jenis, yaitu terbuka dimana kulit yang menutupi tidak sempurna sehingga terjadi kebocoran cairan otak bahkan pada kasus yang lebih berat dapat telihat jaringan saraf. Jenis yang tertutup dimana kulit menutup semua benjolan.

"Gejala yang ditimbulkan pasien spina bifida beragam seperti tidak ada gejala, gangguan gerak kedua kaki (kelemahan sampai lumpuh total dengan kaku kedua tungkai kaki, rasa baal pada kedua kaki, serta gangguan buang air besar dan kecil," jelasnya.

Menurutnya, penyakit penyerta dari kasus seperti ini biasanya hidrosepalus. Oleh karena itu dirinya mengingatkan apabila mendapati benjolan pada punggung bati untuk segera membawanya ke rumah sakita.

"Kelainan ini bisa terjadi pada akibat gangguan perkembangan janin, untuk mencegah perlu pemeriksaan teratur pemberian asam folat selama kehamilan terbukti mengurangi resiko penyakit ini," jelasnya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved