Breaking News
Ada Oknum Aparat di Balik Semak, Mengaku Cuma Rakit Mesin Tambang di Pinggir Jalan
Seorang oknum diduga aparat dipergoki sedang berada di lokasi tambang ilegal, saat Satpol PP tengah melakukan razia di Desa Merawang, Bangka
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Seorang oknum diduga aparat, dipergoki sedang berada di lokasi tambang ilegal, persis pinggir Jalan Raya Desa Merawang Bangka.
Oknum tersebut, Jumat (3/11/2017) petang mengaku belum melakukan eksploitasi timah, melainkan baru sebatas merencanakan penambangan.
Sang oknum secara tak sengaja ditemui oleh Tim Satpol PP Bangka saat menggelar razia di pinggir jalan Raya Desa Merawang. Lokasi tambang tersebut hanya sekitar 10 meter dari aspal, persis di sebarang rumah warga bernama Hanafi.
Lokasi tersebut merupakan areal yang baru saja direboisasi pemerintah. Kawasan resapan air yang dimaksud digali oleh para pekerja, bahkan begitu dekat tiang listrik. Ada sekitar tiga unit tambang di tempat ini, atau sekitar sembilan pekerja yang berkatifitas.
Para pekerja sama sekali tak mengubris kedatangan Pol PP. Mereka tetap menyemprot tanah di lubang camui (tambang), walau Pol PP sudah hampir sepuluh menit mengamati aktifitas mereka.
Karena merasa diacuhkan, Achmad Suherman, Kabid Penegakan Perundangan-Undangan Kantor Satpol PP Bangka selaku komandan tim, langsung memerintahkan penambang naik ke permukaan.
"Hei kamu...matikan mesinnya," kata Suherman.
Di saat itulah, Tim Pol PP dan wartawan melihat keberadaan seorang pria yang disuga Oknum aparat. Oknum ini berlindung di balik semak, duduk persis di bawah pohon rindang, berjarak sekitar 15 meter dari lubang tambang tadi.
Walau sudah melihat keberadaan Pol PP dan wartawan, namun sang oknum tetap tak beranjak dari balik semak.
Saat dihampiri oleh Pol PP dan wartawan, pria tersebut buka mulut, dan mengaku sebagai aparat dan menyatakan hanya merakit mesin dan belum menambang.
Sementara itu, Tim Pol PP Bangka pada razia kali ini sebatas mengimbau agar penambang menghentikan aktifitas, dan segera membongkar peralatan. Jika tambang itu tetap beroperasi, Sabtu (4/11/2017), Tim Pol PP Bangka akan mengambil tindakan tegas.
Ditambahkannya, razia gabungan nantinya melibatkan TNI-Polri akan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.
"Karena selain tambang ini ilegal, tak ada ijin, kawasan yang ditambang juga merupakan kawasan reboisasi. Pemerintah baru saja melakukan penghijauan, kok malah digali. Apalagi lokasinyanya merupakan resapan air, dan hanya sepuluh meter dari jalan," katanya.
Mengenai dugaan oknum aparat yang menjadi beking di tambang timah ilegal tersebut, Suherman tak mau berkomentar terlalu jauh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pekerja-tambang-tetap-beraktifitas_20171103_201851.jpg)