Misteri Keringat Darah Perempuan 21 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rasa malu karena pendarahan ini menyebabkan wanita tersebut terisolasi secara sosial dan kian mengalami depresi.

Misteri Keringat Darah Perempuan 21 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
(Canadian Medical Association Journal)
Seorang wanita yang mengalami hematohidrosis atau berkeringat darah dalam sebuah gambar dari Canadian Medical Association Journal. 

BANGKAPOS.COM--Gambar di atas menunjukkan seorang wanita dengan keringat darah yang merembes membasahi dahi dan mengalir menyusuri kelopak mata hingga ke pipi.

Kondisi yang dialami perempuan berumur 21 tahun di sebuah rumah sakit di Italia itu membuat bingung dokter yang bertugas.

Seperti diberitakan laman USA Today pada akhir Oktober lalu, kondisi "keringat darah" itu merupakan kejadian yang amat langka.

Kondisi pendarahan yang dialami wanita ini muncul di telapak tangan dan wajah, dan ternyata terjadi selama tiga tahun terakhir.

Penjelasan itu diungkapkan dua dokter yang menangani perempuan itu dalam tulisan Canadian Medical Association Journal edisi 23 Oktober 2017.

Kondisi pendarahan terjadi pada saat penderitanya sedang istirahat ataupun beraktivitas. Demikian diungkapkan Dokter Roberto Maglie dan Marzia Caproni.

Namun, kondisi tersebut memburuk saat dibarengi tekanan emosional.

Rasa malu karena pendarahan ini menyebabkan wanita tersebut terisolasi secara sosial dan kian mengalami depresi.

Dokter mengatakan, tes darah atas perempauan itu tak menunjukkan hasil yang mampu menjawab misteri itu.

Baik Maglie maupun Caproni mengatakan, hingga saat ini tak ada literatur medis yang mampu mengungkap penyebab kondisi keringat darah semacam ini.

Halaman
123
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved