Warga yang Terdampak Puting Beliung Masih Trauma

Pas kami tiduran, angin kenceng langsung asbes pecah ke bawah. Kami nek keluar rumah tapi dak berani, petir sambung menyambung

Warga yang Terdampak Puting Beliung  Masih Trauma
Bangkapos/Ardhina Trisila Sakti

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

 BANGKAPOS.COM, BANGKA- Dua warga yang tinggal di Kelurahan Jerambah Gantung, Ana (55) dan Tia (28), Senin (6/11) mengaku trauma akibat bencana puting beliung yang merontokan atap rumah mereka. Kejadian itu terjadi sabtu lalu tepat pukul 14.00 WIB.

Tak sulit bagi Bangka Pos menemukan rumah warga yang rusak akibat diterjang puting beliung. Berbagai tanda mencolok mudah terlihat seperti terpal berwarna biru yang digunakan warna sebagai penutup atap sementara.

Dari halaman rumah pun masih tampak potongan asbes yang pecah akibat diterjang angin.

Warga yang terdampak bencana puting beliung mendapatkan bantuan berupa terpal biru dari Dinas Sosial Pangkalpinang.

Masih banyak warga yang menggunakannya terkecuali Ana (55) yang tak bisa menunggu lebih lama bantuan asbes baru dari pemerintah karena asbes yang diterjang puting beliung merupakan atap bagian ruang keluarga.

Beruntung saat itu Ana masih sempat menyelamatkan anak-anaknya yang sedang terlelap tertidur

"Pas kami tiduran, angin kenceng langsung asbes pecah ke bawah. Kami nek keluar rumah tapi dak berani, petir sambung menyambung. Kami langsung ganti lah asbes yang pecah si ge rusak e fatal. Tapi ade asbes di teras belakang yang lom kami ganti,"jelas Ana yang telah tinggal selama sembilan tahun di kelurahan Jerambah Gantung.

Ana akhirnya membeli empat keping asbes karena menurutnya terlalu lama bila harus menunggu bantuan asbes baru dari pemerintah daerah.

Memasuki musim hujan ekstrem akhir tahun ini, terlihat rasa khawatir pada raut wajahnya. Ia dan keluarga sampai berencana untuk mengungsi ke rumah saudara apabila tanda-tanda hujan deras akan datang kembali.

Senada warga Kelurahan Jerambah Gantung RT 04 RW 02 yang lain Tia (28) merasakan kondisi yang sama.

Bahkan ibu dua anak ini mengalami kerusakan rumah yang lebih parah. Bila dilihat hampir setengah atapnya rumahnya terbang saat diterjang puting beliung.

Terhitung dari 13 asbes yang hilang kini sebagai pengganti sementara Tia menggunakan terpal biru.

"Dua hari ni pakai terpal, rasanya ya panas di dalam rumah. Men kami nek ganti sendiri nek ngarep duit darimane? Kalau ade duit pasti lah kami pucak (red- perbaiki),"jelas Tia yang bersumikan sopir ini.

Tia bersama suaminya membangun rumah sejak lima tahun lalu. Rumah ini selain tampak sederhana juga menggunakan material bahan bangunan yang kurang kokoh dengan kondisi rumah yang dominan menggunakan bahan material kayu.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved