BPOM RI Tandatangani MoU dengan Pemprov Babel

Masih banyak ditemukan sarana produksi dan distribusi obat yang tidak memenuhi ketentuan di Babel.

BPOM RI Tandatangani MoU dengan Pemprov Babel
Bangka Pos
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan pada acara penandata¬≠nganan nota kese¬≠pahaman (MoU) perlindungan kesehatan dan keselamatan konsumen melalui pengawasan obat dan makanan terpadu yang disalahgunakan di Novotel Bangka Tengah, Senin (6/11). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito menandata­ngani nota kese­pahaman (MoU) bersama dengan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan tentang perlindungan kesehatan dan keselamatan konsumen melalui pengawasan obat dan makanan terpadu yang disalahgunakan di Novotel Bangka Tengah, Senin (6/11).

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi, Kepala Badan Narkotika Nasional Babel, Nanang Hadiyanto, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza, Ditwas Napza Rita Endang, Kepala BPOM Pangkalpi­nang, Rossy Hertati, Komnas Pe­ngendalian Tembakau Fuad Baradja dan Rektor Universitas Bangka Belitung, Muh. Yusuf.

Penandatanganan MoU ini perlu dilakukan pasalnya hasil pengawasan rutin BPOM di Pangkalpinang tahun 2017 menunjukkan masih banyak ditemukan sarana produksi dan distribusi obat yang tidak memenuhi ketentuan baik bersifat administratif, menjual produk ilegal atau kadaluarsa maupun terkait perizinan di Babel.

Selain itu, dalam kurun beberapa waktu terakhir di Babel masih marak kasus penyalagunaan obat ilegal (Somadryl) dan obat-obat tertentu (Tramadol) di jalur dan sarana ilegal, penyalahgunaan obat batuk Komix, dan penyalahgunaan minuman berenergi Torpedo sebagai bahan campuran obat.

Selain menandatangani nota kesepahaman dengan Pemprov Babel, BPOM RI juga menandatangani ke­sepahaman dengan Universitas Bangka Belitung tentang kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kesepahaman bersama yang ditandatangani lainnya ialah MoU Balai POM di Pangkalpi­nang dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Babel tentang pe­ngawasan isi siaran terhadap pu­blikasi, promosi dan iklan obat dan makanan di Babel.

Selain itu kesepahamanan BPOM di Pangkalpinang de­ngan Kwarda Gerakan Pramuka Babel yakni tentang kerjasama dibidang sosialisasi promosi keama­nan pangan di lingku­ngan gerakan Pramuka di Babel.

Kesepahaman ini ditandatangi dalam seminar penyebaran informasi mengenai gerakan waspada Napza kepada ratusan siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Babel.

Seminar yang mengusung tema ‘Generasi Muda Berprestasi Tanpa NAPZA’ diisi oleh empat narasumber.

Kepala BPOM RI, ­Penny K Lukito mengatakan seminar ini merupakan tindak lanjut aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang telah dicanangkan Presiden beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved